X
    Categories: Kriminal

Bambang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di dalam Warung

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG- Bambang Irawan (40), warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, kota Bandarlampung, ditemukan tewas dengan tubuh bersimbah darah di dalam warung miliknya, di depan  Chandramar), Kamis malam (27/11).

Kapolsekta Panjang, Kompol Nelson F Manik menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa ditemukan korban tewas dengan bersimbah darah dengan luka tusukan.

“Saat ditemukan keluarganya,  korban sudah kondisi meninggal dunia dengan bersimbah darah. Di tubuh korban ada beberapa luka tusukan senjata tajam. Saat ini kami masih menyelidiki kematian korban dengan memeriksa beberapa saksi untuk mencari tahu motif dan pelaku pembunuhan tersebut,” kata Nelson saat ditemui Teraslampung.com, Jumat (28/11).

Nelson menuturkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis Labfor Polresta Bandarlampung untuk dapat mengungkap kasus tersebut.

“Ada luka tusukan tepatnya dibagian leher korban dan hantaman benda keras di bagian kepalanya. Barang-barang dagangan yang ada diwarung korban, tidak ada yang hilang,”terangnya.

Terpisah, Kasat Reserse Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, penemuan jasad korban yang diketahui bernama Bambang Irawan berawal dari atas kecurigaan dari pihak keluarga. Dimana pada saat itu, dilihat warung milik korban seharian terlihat tutup dan tidak seperti biasanya. Karena dilihatnya merasa janggal, pihak keluarga mengajak beberapa warga setempat untuk mendobrak warung tersebut.

“Ketika pintu warung berhasil dibuka, pihak keluarga dan warga melihat Bambang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan bersimbah darah dan ada beberapa luka tusuk di tubuhnya. Bambang merupakan korban pembunuhan,”kata Dery.

Untuk mengetahui kematian korban, kata  Dery, pihaknya belum dapat memastikan korban tewas dibunuh dilakukan oleh seseorang karena dendam, atau ada aksi pencurian yang diketahui oleh korban sehingga korban dibunuh. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSUDAM untuk dapat memastikan penyebab kematian korban.

Tim Labfor Polresta sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan cobek yang terbuat dari batu tepat disamping jasad korban. Diduga cobek batu tersebut digunakan oleh pelaku untuk memukul kepala korban. Pihaknya belum dapat memastikan motif pelaku membunuh Bambang, petugas masih menyelidiki kasus tersebut dan mencari siapa pelaku pembunuhan tersebut.

“Kalau dilihat dari jasad korban, saya menduga bahwa korban telah meninggal lebih dari 1×24 jam. Sebab,  tubuh korban sudah terasa kaku saat disentuh,” kata Dery.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, polisi  meminta pihak keluarga agar jasad korban dapat dibawa untuk di autopsi. “Awalnya, pihak keluarga yakni istri korban menolak kalau jasad suaminya mau dibawa untuk di autopsi, setelah kami berikan pengertian dan untuk proses penyelidikan pihak kelurga menyetuji korban untuk autopsi,” kata  Dery.

Teras Lampung :Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya