Beranda Hukum Ban Sepeda Motor Pecah Saat Kabur, Dua Penjambret HP Ditangkap Warga

Ban Sepeda Motor Pecah Saat Kabur, Dua Penjambret HP Ditangkap Warga

255
BERBAGI
Kapolsekta Sukarame Kompol Hari Sutrisno menginterogasi tersangka Joni Iskandar dan Yanda, di Mapolsek Sukarame, Bandarlampung, Rabu (8/6).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kapolsekta Sukarame, Kompol Hari Sutrisno mengutarakan, tertangkapnya dua tersangka penjambretan Joni dan Yanda, saat keduanya gagal kabur melarikan diri usai menjambret handphone korban karena
sepeda motor yang dikendarainya mengalami pecah ban.

Sebelum melakukan penjambretan, awalnya kedua tersangka nongkrong di Lapangan Way Dadi, Sukarame. Pada saat itulah, keduanya melihat korban Dita bersama adiknya melintas. Dita dibonceng sambil memainkan handphone di atas sepeda motor.

BACA: Main HP di atas Sepeda Motor, Mahasiswi Dijambret Dua Pemuda

“Joni dan Yanda timbul niat untuk menjambret, keduanya membuntuti korban dari belakang. Ketika sampai di Jalan Pulau Karimun Jawa, Joni memepet motor yang dikendarai adik korban. Yanda yang dibonceng, langsung merampas handphone dari tangan korban Dita,”ujar Hari, Rabu (8/6/2016).

Selanjutnya, kata Hari, kedua tersangka kabur melarikan diri setelah mendapatkan ponsel korban. Ternyata korban Dita berteriak sembari mengejar kedua tersangka, warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung ikut membantu mengejar kedua tersangka.

“Saat kabur, sepeda motor yang dikendarai Joni dan Yanda masuk ke lubang jalan akibatnya pecah ban,”terangnya.

SIMAK: Alasan Lucu Penjambret: Joni dan Yanda Menjambret karena Tak Segaja

Kedua tersangka, Joni dan Yanda mendorong sepeda motornya, masuk kedalam gang. Melihat warga ramai datang mengahampirinya, Yanda membuang ponsel korban.

“Beruntung kedua tersangka tidak dihakimi warga, lalu warga membawa keduanya ke Mapolsekta Sukarame,”ungkapnya.

Hari menjelaskan, dari keterangan kedua tersangka, mereka mengaku baru sekali melakukan penjambretan. Keduanya menjambret, karena terpaksa dan butuh uang untuk keperluan sehari-hari.

“Dugaanya, Joni dan Yanda tidak hanya sekali menjambret. Namun kasusnya masih dalam penyelidikan dan pengembangan, untuk mengungkap adanya TKP lain,”jelasnya.

Loading...