Bandar Narkoba Digerebek di Rumah Kontrakan

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kanit I Polsekta Panjang Iptu Mahendra (duduk) saat menunjukkan barang bukti sabu hasil penggrebekan.

BANDARLAMPUNG – Polsekta Panjang membekuk A. HZZ (37), warga Gang Gelatik, Pidada 2, Panjang, Bandarlampung,  bandar narkobayang sudah menjadi target operasi polisi, Selasa pagi (2/12). Tersangka yang juga menjadi anggota sindikat pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan itu digerebek di sebuah kontrakan di Jalan Tanjung Pura 1  (Gang Dwi Kampung Pidada 2 Lk.2 Rt.13 Kelurahan Panjang Utara Kecamatan Panjang Bandarlampung.

Selain mengamankan tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua unit sepeda motor Suzuki SPIN warna hitam BE 3776 EB, dan sepeda motor Honda Blade warna hitam kuning Nopol BE 3342 YY, 21 paket kecil sabu-sabu, 4 paket sedang sabu-sabu-sabu, 1/2 bungkus besar sabu-sabu (sekitar 6 gram), 2 bungkus sabu dengan berat 1/4 gram senilai Rp 50 juta. 

Lalu sebilah pisau sangkur bersama sarungnya, 1 buah timbangan digital, 2 buah handphone, 8 buah korek api gas, 1 buah alat hisap bong, 2 buah pipa kaca (pirek), 1 buah gunting, 10 pipet/ sedotan, 2 buah jarum, 12 butir pil CTM, 2 bungkus (plastik pembungkus sabu), 1 buah KTP atasnama Heru Susanto, 1 buah SIM A atas nama Heru Susanto. 

“Emtar rekan tersangka lainnya berhasil melarikan diri dengan cara melompat dari lantai tiga rumah kontrakan. Ke empat rekan tersangka yang kini masih dalam pengejaran petugas, AS, AG, HS. Salah satu tersangka lagi diketahui seorang wanita berinisial IKN alias Kand,” kata Kapolsekta Panjang, Kompol Nelson F Manik kepada wartawan, Rabu (3/12).

Mantan Kapolsek  Padang Cermin ini mengatakan, penggerebekan yang dilakukan di tempat-tempat kos atau rumah kontrakan di wilayah hukum Polsekta Panjang dilakukan atas laporan masyarakat serta banyaknya pengaduan masyarakat tentang maraknya aksi tindak kejahatan Curat,Curas dan Curanmor (C-3) dan penyalahgunaan narkoba.

“Dari laporan masyarakat itu, lalu dilakukan penyelidikan angota kami dilapangan dengan melakukan penyisiran, merazia ditempat tempat kos-kosan atau kontrakan yang diduga sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba, serta tempat kos yang diduga menjadi tempat untuk bersembunyinya para pelaku tindak kejahatan C3, dan penyalahgunaan Narkoba,”kata Nelson.

Menurut Nelson, ketika  akan ditangkap tersangka A. HZZ melompat dari lantai tiga kosan itu.  lalu tersangka tak bisa lari karena petugas sudah mengepungnya, dan sepertinya kepala tersangka terbentur di tanah saat terjatuh dengan posisi telungkup kepalanya lebih dulu. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolsekta untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” ujarnya.

Nelzon mengungkapkan, saat diperiksa A. HZZ mengakui terlibat dalam berbagai kasus tindak kejahatan  sejak umur 14 tahun. Tersangka  pernah membacok tetangganya pada tahun 2002 dan korban mengalami luka serius.  

“Berdasarkan hasil catatan kepolisian, diketahui data kejahatan yang dilakukan tersangka A.HZZ tersebut yakni sejak tahun 2004 lalu,” kata Nelson.

Lalu pada tahun 2005, kata Nelson, tersangka terlibat tindak pidana pencurian kendaraan motor dan berhasil ditangkap oleh Polsek Telukbetung Utara (TbU). Namun saat sedang diproses, tersangka berhasil kabur dari  sel tahanan Polsek TbU dengan menjebol plapon dan atap sel tahanan.  Kemudian, tersangka mengaku juga pernah mencuri tabung Gas bersama temannya Rid.

“Tersangka merupakan residivis yang sudah sering keluar masuk penjara, setelah bebas sekitar dua tahun terakhir tersangka terlibat kasus  curanmor, perampasan dan narkotika jenis sabu sabu. Setelah bebas, tersangka ini kembali beraksi seperti Curanmor, Curat dan curas termasuk Narkoba. ketika ditanyakan terkait senjata api, tersangka A.HZZ mengaku bahwa senjata api itu milik temannya bernisiaal KAN,” kata Nelson.

  • Bagikan