Beranda Hukum Narkoba Bandar Narkoba Ini Dibekuk Polisi Saat Nongkrong di Warung Kopi

Bandar Narkoba Ini Dibekuk Polisi Saat Nongkrong di Warung Kopi

1395
BERBAGI
Ahmad Solehan alias Lehan (45), DPO bandar narkoba yang diamankan Satres Narkoba Polresta Bandarlampung. (Foto: Humas Polresta Bandarlampung)
Ahmad Solehan alias Lehan (45), DPO bandar narkoba yang diamankan Satres Narkoba Polresta Bandarlampung. (Foto: Humas Polresta Bandarlampung)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, meringkus DPO bandar narkoba, Ahmad Solehan alias Lehan (45), warga Jalan RE Martadinata, Kampung Ampai, Kelurahan Keteguhan, Telukbetung Timur saat sedang nongkrong di warung kopi tidak jauh dari rumahnya, Minggu (8/3/2020) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, penangkapan tersangka Solehan alias Lehan, setelah petugas mendapat informasi mengenai keberadaan tersangka. Begitu mendapat informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka.

“Tersangka Lehan merupakan DPO bandar narkoba, petugas menangkap tersangka saat sedang berada di warung kopi tidak jauh dari rumahnya,”ujarnya kepada teraslampung.com, Selasa (10/3/2020).

Dari penangkapan tersangka, kata Kombes Pol Yan Budi Jaya, petugas melakukan penggeledahan di rumahnya dan mengamankan barang bukti satu paket sedang sabu, satu paket kecil sabu, setengah butir pil ekstasi, satu buah timbangan digital, satu pak plastic klip bening, satu sedotan bening (sekop), ponsel merk Realme, dompet dan tas warna abu-abu.

“Tersangka Lehan ini, merupakan salah satu bandar narkoba di Pekon Ampai dan terkenal sangat licin karena beberapa kali akan ditangkap selalu lolos. Penangkapan tersangka, memang sudah menjadi TO kami selama ini,”terangnya.

Dikatakannya, pengungkapan kasus bandar narkoba tersebut, saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114-112 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup.

“Kasusnya saat ini masih didalami, untuk mengungkap siapa bandar besar atau pemasok barang haram (sabu) sabu itu,”pungkasnya.

Diketahui sebelumnya,tim Opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menggrebek Pekon Ampai, Telukbetung Timur, Bandarlampung yang disinyalir sebagai tempat penyalahgunaan narkoba di Kota Bandarlampung, pada Jumat (17/1/2020) siang lalu.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 29 orang. Dari 29 orang yang diamankan, 19 orang positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Hasil introgasi polisi dari para terduga penyalahguna narkoba tersebut, mengakui mau membeli narkoba kepada Lehan (DPO) yang merupakan sudah menjadi target operasi (TO). Pengejaran terhadap Lehan, dilakukan berdarkan hasil pengungkapan perkara sebelumnya.

Pada Jumat (17/1/2020) pagi lalu sekitar pukul 09.00 WIB, petugas menangkap Natha Wirya (32) di rumahnya di Perum waway Blok E Kelurahan Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti 12 paket sabu, satu bundel plastik klip bekas pakai dan alat isap sabu.

Kemudian pada hari yang sama, Jumat (17/1/2020) pagi sekitar pukul 09.20 WIB, petugas menangkap Rizki Ridho (27) dan Ismawati (22), warga Telukpandan, Pesawaran saat keduanya berada disebuah kontrakan di Jalan Lada, Kelurahan Gedongmeneng, Kecamatan Rajabasa, Bandarlampung dan menyita dua paket sabu dan satu bungkus serbuk warna biru pil ekstasi.

Dari penangkapan para tersangka tersebut, mereka mengakui mendapatkan paket barang haram (sabu) dari tersangka Lehan (DPO) warga Pekon Ampai.

Loading...