Beranda Hukum Narkoba Bandar Narkoba Jaringan Medan Ditembak Mati BNNP Lampung

Bandar Narkoba Jaringan Medan Ditembak Mati BNNP Lampung

262
BERBAGI
Kepala BNPP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga saat memberikan keterangan terkait penangkapan bandar narkoba yang tewas ditembak mati dan seorang kurir yang dihadiahi timah panas di kaki di Kantor BNNP Lampung, Kamis, 25 Januari 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menembak mati lham Maulana (30), warga Jalan Soekarno Hatta, Bandarlampung, saat bertransaksi sabu-sabu di SPBU Rajabasa di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Kamis (25/1/2018) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB.

Selain Maulana, petugas juga melumpuhkan tersangka M Akbar (29), warga Medan, Sumatera Utara dengan tembakan di kaki. Dari tangan keduanya, disita satu pucuk senjata api jenis Airsoftgunt, 2 kilogram sabu-sabu, tiga unit ponsel dan dua dompet milik pelaku.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, petugas telah memonitor pergerakan tersangka Maulana. Saat itu tersangka Maulana, akan bertransaksi narkoba dengan tersangka M Akbar di SPBU Rajabasa di Jalan Soekarno Hatta (Bypass), Kamis (25/1/2018) dinihari.

“Tersangka M Akbar ini, membawa 2 kilogram sabu-sabu yang disimpan didalam tas ranselnya. Lalu tersangka menumpang Bus SAN,”ujarnya saat menggelar ekspos kasus tersebut di Kantor BNNP Lampung, Kamis (25/1/2018).

Begitu sesampainya di lokasi TKP tepatnya di di SPBU Rajabasa sekitar pukul 00.20 WIB, kata mantan Kepala BNNP Sulawesi Tengah ini, tersangka Maulana dan Akbar melakukan transaksi dan saat itulah Tim BNNP menyergap keduanya. Tapi Maulana melakukan perlawanan kepada petugas, terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan menembak Maulana.

“Maulana tewas di TKP, sedangkan Akbar yang  hendak melarikan diri dapat diringkus setelah petugas menembak kaki kiri pelaku,”ungkapnya.

Dikatakannya, dari penangkapan itu, petugas menyita satu pucuk senjata api jenis Airsoftgunt, 2 kilogram sabu-sabu, tiga unit ponsel dan dompet milik kedua tersangka.

“Tersangka Maulana dan Ilham, merupakan bandar dan pengedar narkoba jaringan Medan,”terang mantan Kapolresta Medan.

Menurutnya, penangkapan kedua pelaku tersebut, merupakan hasil pengembangan dari dua pelaku yang ditangkap sebelumnya di Stasiun Kereta Api Tanjungkarang beberapa waktu lalu. Dari keterangan keduanya, akan ada pengiriman narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram melalui PO Bus. Mendapat informasi tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan.

“Sabu-sabu seberat 2 kilogram tersebut, dikendalikan oleh seorang napi berinisial PH yang saat ini masih mendekam di Lapas Narkotika Way Hui, Lampung Selatan. Saat ini, kami masih mengembangkan kasusnya,”pungkasnya.