Beranda Ekbis Bisnis Bandara Internasional Yogyakarta Mulai Operasionalkan Penerbangan Komersial

Bandara Internasional Yogyakarta Mulai Operasionalkan Penerbangan Komersial

107
BERBAGI
Begitu tiba di Terminal YIA, pesawat Citilink nomor penerbangan QG102 rute HLP-YIA langsung mendapat penghormatan water salute. (Foto: Asrul Sani/krjogja.com)

TERASLAMPUNG.COM — Penyiraman air ke badan pesawat sebagai proses water salute merupakan selebrasi pesawat komersial perdana yang dipersembahkan PT Angkasa Pura (AP) I kepada pesawat Citilink yang mendarat di Yogyakarta International Airport (YIA) pada momentum operasioal komersial, Senin (6/5/2019).

Pesawat Citilink yang membawa 96 penumpang tersebut take off atau lepas landas dari runway HLP pukul 11.40 WIB dan mendarat mulus di YIA tepat pukul 13.10 WIB. Begitu tiba di YIA, pesawat Citilink mendapat penghormatan penyiraman air ke badan pesawat sebagai proses water salute yang merupakan selebrasi pesawat komersial perdana yang mendarat di YIA.

Selanjutnya para penumpang turun dan masuk ke gedung terminal disambut para Direksi PT Angkasa Pura (AP) I di antaranya Dirketur Operasional Wendo Asrul Rose, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Devy Suradji, Vice President Operational Airport Cecep Marga Sanjaya dan PTS GM YIA Agus Pandu Purnama serta Pimpinan Proyek Pembangunan YIA Taochid Hadi Purnama yang memberikan karangan bunga serta cindera mata kepada penumpang.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager (GM) YIA Agus Pandu Purnama mengatakan pesawat Citilink kembali bertolak dari YIA ke HLP pada 13.10 WIB dengan jumlah penumpang komersial 52 orang. “Jumlah penumpang pesawat Citilink yang berangkat dan turun dari Halim ke YIA atau sebaliknya cukup lumayan banyak, mengingat hari ini merupakan pendaratan dan penerbangan komersial perdana YIA,” tegasnya.

Pesawat Citilink secara resmi pindah rute penerbangan, semula dari HLP ke Bandara Adisitjipto Yogyakarta pindah rute dari HLP ke YIA. “Di YIA merupakan rute penerbangan baru bagi pesawat Citilink dan jadwal keberangkatannya setiap hari pukul 13.10 WIB,” ungkap Pandu menambahkan AP I akan memindahkan penerbangan domestik dari Bandara Adisucjipto ke YIA.

Kebijakan baru manajemen PT AP I tersebut sebagai langkah mengatasi kepadatan penumpang di Bandara Adisucjipto. Seperti diketahui kapasitas Bandara Adisitjipto hanya 1,4 juta pertahun tapi saat ini sudah mencapai 8,4 juta penumpang pertahun. “Pemindahan penerbangan domestik dilakukan sampai kapasitas penerbangan Bandara Adisitjipto kembali normal,” ujarnya.

Tentang target penumpang di YIA, Agus Pandu menegaskan pihaknya tidak menargetkannya karena hal itu bagian dari urusan dan tugas pemasaran maskapai penerbangan. Kendati demikian PT AP I tetap memberikan promosi dengan membebaskan landing fee free selama tiga bulan kepada maskapai yang mendarat di YIA dan setelah itu 50 persen sampai full operasional. Dalam upaya menarik minat penumpang maka Agus Pandu berharap kepada pihak maskapai juga memberikan promosi berupa diskon harga tiket penumpang YIA.

“Tentang moda transportasi pendukung baik dari maupun ke YIA, kami telah menyiapkan kereta api, Shuttle Damri, taksi dan ShuttleKu,” jelasnya.

Penerbangan di YIA tambah Agus Pandu Purnama tidak akan merubah rute penerbangan di Adisutjipto. Rute di YIA akan menyasar penumpang dari Jawa Tengah Selatan dan DIY. “Nanti pasti akan ada sharing, tapi prinsipnya segmen pasarnya berbeda,” tambahnya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT AP I, Devy Suradji mengungkapkan, selain pesawat Citilink, pada 10 Mei mendatang rencananya pesawat Batik Air juga akan beroperasi di YIA dengan rute YIA-Palangkara, YIA-Samarinda, YIA-Denpasar dan YIA-Cengakrang. “Untuk maskapai Lion Air dan Air Asia masih dalam proses pengurusan izin slot. Kami masih diskusikan, khususnya slot masuk Cengkareng dan Denpasar karena di sana cukup padat,” katanya.

Devy mengungkapkan, untuk penerbangan internasional saat ini masih dalam proses negosiasi. Maskapai butuh waktu minimal delapan minggu untuk mengurus proses dan slot penerbangan. Tidak hanya menyamakan slot penerbangan di YIA tapi juga dari negara asalnya. Karena di negara asal justru slot penerbangannya sangat padat. “Mudah-mudahan tiga bulan lagi rute internasional sudah ready,” tutur Devy.

Disinggung tentang ekstra flight atau penerbangan tambahan pada musim mudik dan balik Lebaran nanti, Devy Suradji mengatakan, penumpang yang biasa mengambil rute Adisutjipto, nanti akan diarahkan ke YIA. Tahun lalu ada 32 rute penerbangan dan diharapkan tahun ini diharapkan jumlahnya bisa sama.

Di antara para penumpang Citilink keluarga Wahyu Wijanarko bersama istri Delima Erchelya Pospita dan tiga anaknya, Akio Putra Denwa, Alessio Sam Yuma serta Zea Romauli Yuma mengaku senang bisa mendarat mulus di YIA. Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) menyatakan keluarga tersebut sebagai keluarga Indonesia pertama yang melakukan pendaratan perdana dengan penerbangan berjadwal komersial di YIA. Sehingga Leprid memberikan penghargaan dengan mencatat keluarga Wahyu Wijanarko sebagai urutan rekor ke-489 dengan kriteria pertama.

“Kami menyaksikan suatu peristiwa unik dan pertama terjadi di Indonesia, satu keluarga terdiri ayah, istri dan tiga anak melakukan pendaratan perdana dengan penerbangan komersial,” kata Ketum Leprid, Paulus Pangka SH usai memberikan penghargaan.

Ida Hartanto, Penumpang Citilink lainnya, mengaku dirinya mendapat telepon dari pihak maskapai, kalau rute penerbangan dari Bandara Adisutjipto di pindah ke YIA. Ida merasa bangga, YIA yang dibuat dalam waktu cepat sangat bagus dan megah. Dirinya berharap YIA kelak menjadi salah satu bandara terbesar sehingga menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

KRJOGJA

Loading...