Beranda News Pusiban Bandara Radin Inten II Resmi Dikelola PT Angkasa Pura II

Bandara Radin Inten II Resmi Dikelola PT Angkasa Pura II

569
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi,dan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Bandara Radin Inten II Lampung, Sabtu (12/10/2019).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddindi Gedung VIP Bandara Radin Inten II, Branti Raya, Lampung Selatan.

Dengan penandatanganan MOU tersebut, Menhub Budi menyatakan agar PT. AP II dapat semakin meningkatkan kinerja Bandara tersebut.

“Selama ini, pemerintah menggelontorkan Rp. 100 miliar per tahun dari APBN untuk operasional Bandara Radin Inten II. Diharapkan PT Angkasa Pura II menghasilkan Rp. 110 miliar per tahun yang nantinya bisa di-swing ke pemerintah dan angka tersebut bisa digunakan untuk pembangunan bandara di daerah lain yang membutuhkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pemberian APBN bagi suatu bandara merupakan stimulus agar meningkatakan pelayanan dan keselamatan penerbangan.

“Pemerintah hanya bisa memenuhi paling banyak 30% dari seluruh kebutuhan bandara jika berasal dari dana APBN. Kalau kebutuhan sekitar Rp 1.400 triliun maka maksimal hanya bisa terpenuhi Rp 800 triliun,” jelasnya.

Oleh karenanya, ia menyebutkan kembali MoU tersebut dapat menghemat penggunaan APBN dan dapat dialihkan untuk daerah lain yang membutuhkan.

Menhub Budi kembali menegaskan agar Pemerintah Daerah Provinsi Lampung memberi usulan bagi pengembangan prasarana transportasi di daerah lain yang bisa dikembangkan lebih lanjut seperti Bandara Mohammad Taufik Kiemas (Pekon Serai, Krui, Pesisir Barat Lampung) atau Bandara Gatot Subroto (Way Kanan, Lampung).

Menhub Budi melanjutkan kerjasama pemanfaatan BMN ini merupakan salah satu amanat Presiden RI Joko Widodo agar pihak swasta lebih berperan dalam membangun Indonesia.

“Amanah presiden bahwa pembangunan harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat di daerah tersebut. Oleh karenanya, dengan proses pemanfaatan Bandara Radin Inten II ini Lampung bisa meningkatkan sektor kargo seperti ekspor ikan dan sektor pariwisata” ujar Menhub Budi.

Dalam pengembangan transportasi dari dan menuju Bandara Radin Inten II, Menhub Budi menyatakan sedang dipersiapkan pembangunan kereta bandara.

“Untuk kereta bandara Lampung sendiri akan dikembangkan paling lambat tahun 2021 sehingga mempersingkat waktu tempuh penumpang dari Bandar Lampung ke Radin Inten. Yang tadinya jarak tempuh 1 jam diharapkan bisa kurang,” jelasnya. Ia menyebut untuk kereta Bandara masih menunggu rolling stock dari PT. KAI.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya bersama Gubernur Arinal sudah punya program dalam waktu dekat untuk pengembangan Bandara Radin Inten II.

Selain itu, sambung Awaluddin, diharapkan traffic domestik maupun internasional menjadi lebih semakin meningkat di Bandara Radin Inten II.

“Program-program kerja itu sudah kami persiapkan dan dalam waktu dekat kami akan konsolidasi berkaitan dengan program-program perencanaan dalam hal penambahan infrastruktur bandara,” ujar Awaluddin.

Selain itu, tambah Awaluddin, pihaknya mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan untuk seluruh stakeholder dan masyarakat. “Tak terkecuali dalam peningkatan kualitas keselamatan dan keamanan penerbangan yang saat ini kondisinya sudah sangat baik perlu kami pertahankan dan tingkatkan,” katanya.