Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Bandarlampung Belum Bisa Jadi Kota Layak Anak, Ini Alasannya

Bandarlampung Belum Bisa Jadi Kota Layak Anak, Ini Alasannya

335
BERBAGI
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Bandarlampung, Sri Asyiah menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua LPA Kota Bandarlampung Ahmad Apriliandi Passa di acara Hari Anak Nasional 2020
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Bandarlampung, Sri Asyiah menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua LPA Kota Bandarlampung Ahmad Apriliandi Passa di acara Hari Anak Nasional 2020

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandarlampung Ahmad Apriliandi Passa mengatakan Kota Bandarlampung  belum bisa dikatakan kota layak anak, karena kurangnya infrastruktur/tempat bermain.

“Dinilai dari sisi fasilitas, Kota Bandarlampung belum kota layak anak.Dari 20 kecamatan yang ada baru ada satu di Kemiling. Kita ingin tempat bermain anak-anak itu ada di semua kecamatan yang ada,” kata Ahmad pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Hotel Horison,  Bandarlampung, Kamis, 23 Juli 2020.

Untuk menjadi Kota Layak Anak, Ahmad menyarankan agar pemerintah memperhatikan hak-hak anak dibidang pendidikan, tempat bermain dan menekan kekerasan serta pelecehan seksual terhadap anak hingga nol persen.

“Selain infrastruktur (tempat bermain) yang juga harus mendapat perhatian adalah hak-hak anak untuk mendapat pendidikan, selanjutnya menekan terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual dan jika terjadi penanganannya juga cepat,” ungkapnya.

Terkait kegiatan belajar anak pada masa pandemi Covid-19, Ahmad Apriliandi Passa mengaku kesulitan membantu warga yang belum mampu untuk belajar di rumah.

“Kami sudah berusaha mencari sponsor yang mau membantu warga belum mampu untuk mendapat handphone tapi tidak berjalan. Yang sudah kami lakukan memberikan kuota saja dan ini pun terbatas,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Herman HN yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pola Pardede, dalam sambutannya mengingatkan kepada para orang tua untuk membimbing anaknya belajar di rumah di tengah pandemi Covid-19.

“Karena seluruh sekolah tenaga pendidik serta anak didik harus melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar dari rumah masing-masing seraca daring (online), kondisi seperti ini perlu bimbingan orang tua di rumah. Untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 kita ajari anak-anak untuk mentaati protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, jaga jarak serta hindari keramaian,” katanya.

Pola Pardede mengajak semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Bandarlampung menjadi kota layak anak.

“Saya mengajak semua pihak menjadikan anak-anak di sini sehat, memiliki prestasi, aman serta terlindungi agar kota kita menjadi kota layak anak,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...