Beranda Headline Banding Ditolak, Brigadir Medi Andika Tetap Diputus Hukuman Pidana Mati

Banding Ditolak, Brigadir Medi Andika Tetap Diputus Hukuman Pidana Mati

4147
BERBAGI
Brigadir Andika divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor, di PN Tanjungkarang, Senin (17/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Upaya banding yang dilakukan tim kuasa hukum Brigadir Medi Andika ditolak Pengadilan Tingi. Majelis hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, sudah memutus perkara pembunuhan disertai mutilasi terhadap M Pansor, anggota DPRD Bandarlampung.

Dalam putusannya, majelis hakim menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Maka dengan begitu, terdakwa Brigadir Medi Andika tetap diputus dengan hukuman pidana mati.

Majelis hakim yang memutuskan perkara tersebut adalah, Machmud Fauzi selaku hakim ketua, kemudian Subachran Hadi dan Nurdjaman selaku hakim anggota.

Humas Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Mansur mengatakan, putusan perkara terdakwa Brigadir Medi Andika, telah dikeluarkan pada 15 Juni 2017 lalu. Pembatalan amar putusan banding nomor 53, yakni menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

“Isi putusannya, menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungkarang dan biasanya, mereka mengajukan kasasi,”ujarnya, Kamis, (13/7/2017).

Sementara Sopian Sitepu, kuasa hukum terdakwa Brigadir Medi Andika saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, mengenai sudah adanya putusan banding Pengadilan Tinggi, dirinya mengaku belum mengetahui. Karena, saat ini dirinya masih berada di luar kota.

“Benar mas, saya belum tahu dan terima pemberitahuan kalau sudah ada putusan bandingnya,”ungkapnya kepada teraslampung.com.

Sopian Sitepu juga mengaku, belum tahu bagaimana pertimbangannya, sehingga putusan banding tersebut menguatkan. Jika memang dalam putusan banding menguatkan putusan Pengadilan Negeri, maka pihaknya akan mengajukan kasasi.

Diketahui, terpidana mati Brigadir Medi Andika, mengajukan banding pada Jumat (21/4/2017) lalu.

Brigadir Medi Andika, terdakwa kasus mutilasi terhadap anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor divonis hukuman mati oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada Senin (17/4/2017) lalu.

Dalam sidang putusan tersebut, Majelis hakim menyatakan, bahwa Medi Andika terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap M Pansor. Putusan tersebut, sama dengan tuntutan penuntut umut yang menuntut terdakwa Medi Andika dengan pidana hukuman mati.

“Menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap terdakwa Medi Andika,”ujar Hakim ketua, Minanoer Rachman saat di persidangan.