Banjir Bandang Terjang Ratusan Rumah, Jembatan Penghubung Putus

  • Bagikan
Ilustrasi Banjir (google)

Kotabumi, Teraslampung.Com—Banjir bandang di Lampung Utara terjang enam kecamatan pada Sabtu (8/3) pagi hingga  Minggu (9/3) malam.

Sedikitnya 168 rumah warga tergenang, 1 rumah roboh, dan jembatan penghubung antardesa putus. Warga yang berada di bantaran sungai mengungsi ke tempat akibat air terus meninggi. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian akibat banjir ini diperkirakan miliaran rupiah.

Warga di Kelurahan Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumikota, misalnya, terlebih dulu mengevakuasi warga sakit dan orang tua jompo, karena air sudah meninggi semata kaki orang dewasa.

Enam kecamatan yang menjadi korban banjir bandang ini, adalah Kecamatan Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, Sungkai Jaya, Kotabumi Selatan, dan Kecamatan Kotabumi Kota.

Badan Penangulangan Bencana Daerah Lampung Utara, memastikan banjir bandang juga memutus  delapan jembatan penghubung di tiga kecamatan. Selain itu, merobohkan 10 tiang listrik, meratakan 7 hektar tanaman kopi, 5 hektar tanaman padi, serta 3 hektar tanaman jagung.

Banjir bandang ini berjalan cukup cepat, hanya sekira dua jam sebelum berangsur normal kembali. Air yang sebelumnya menggenangi ratusan rumah warga pada Minggu pagi sudah tidak terihat.

Banjir bandang ini terjadi akibat turun hujan deras hingga menyebabkan air sungai Way Abung meluap dan menerjang rumah warga, memutuskan jembatan penghubung, dan meluluhkan tanaman warga.

Menuru warga Skipi, banjir datang secara tiba-tiba. Air bercampur lumpur menerjang rumah warga hanya dalam waktu 2 jam saja.

Sementara Insun, warga setempat, menuturkan banjir bandang itu baru kali pertama terjadi. Sungai Way Abung meluap akibat hujan semalaman pada Sabtu (8/3).

Karena kondisi pegunungan di wilayah tersebut sudah gundul dan tidak dapat menahan air, aliran sungai Way Abung meluap.

Sejumlah saksi berhasil merekam kepanikan warga ketika banjir bandang menerjang pemukiman penduduk. Misalnya, kepanikan warga Sidomulyo dan Skipi, Kecamatan Bukitkemuning, direkam salah satu warga ketika terjadi banjir bandang, Sabtu pagi. (isb)

Loading...
  • Bagikan