Beranda News Nusantara Banjir di Sulsel: 8 Orang Meninggal, 4 Hilang, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di Sulsel: 8 Orang Meninggal, 4 Hilang, Ribuan Rumah Terendam

164
BERBAGI
Banjir di Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan,Rabu, 23 Januari 2019 | Foto: BNPB

TERASLAMPUNG.COM —Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir banjir melanda 9 kabupaten dan 53 kecamatan di Sulawesi Selatan sejak Selasa hingga Rabu, 22-23 Januari 2019. Data BNPB menyebutkan sedikitnya 8 orang meninggal karena musibah banjir tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan,Kabupaten/Kota yang mengalami banjir yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar .

“Dampak sementara akibat banjir, longsor dan angin kencang yang berhasil dihimpun Posko BNPB berdasarkan laporan dari BPBD, tercatat 8 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 10.021 hektare sawah terendam banjir,” ujar Sutopo, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

“Sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang,” katanya.

Sutopo mengatakan warga terpaksa berada di atas rumah menghindari banjir sambil menunggu evakuasi dari petugas di Perumahan Nusa Mapala Gowa.

“Sebanyak 2.121 orang mengungsi di 13 titik pengungsi di Kab Gowa akibat banjir. Penanganan darurat dan pendataan masih dilakukan,” katanya.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir dan tanah longsor. BMKG telah menyebarkan peringatan dini hujan lebat selama 23-30 Januari 2019.

“Sebagian besar wilayah Indonesia puncak hujan berlangsung selama Januari hingga Februari 2019,” kata dia.

Sementara itu, Tim Search And Rescue (SAR) gabungan, dibantu masyarakat melakukan pencarian sejak kemarin dengan perahu karet. Pencarian sempat dihentikan saat malam hari karena arus air semakin deras. Namun korban baru ditemukan pagi tadi oleh petugas.

Korban atas nama Ahmad bin Daeng Saharuddin (26), warga Ma’rang Kabupaten Pangkep menjadi korban banjir ditemukan tak bernyawa, Rabu, (23/01/2019)

“Jasad korban ditemukan tim SAR Gabungan sekitar 50 meter dari lokasi awal tenggelam,” ungkap Kapolsek Ma’rang, Iptu Nompo.

Menurut Nompo, korban terseret banjir sejak Selasa (22/1/2019) kemarin.

Dari keterangan saksi, saat banjir terjadi korban sedang memeriksa empangnya karena saat itu banyak pematang empang warga yang jebol karena terjangan banjir. Diduga, korban hendak menyelamatkan sebagian udangnya yang terancam dibawa hanyut air banjir.

Saat itu, kondisi banjir sudah menutupi pematang empang sehingga pematang sudah nyaris tak terlihat.

Seorang warga, Munir, sempat memperingatkan korban agar menjauhi empang, namun korban tetap menuju empang sambil memikul dua buah ember. Tak berselang lama, korban sudah tidak kelihatan dan Munir melaporkan kepada warga dan petugas untuk melakukan pencarian.

“Munir melihat korban Ahmad sedang berjalan di atas pematang empang sambil memikul ember dan selang beberapa menit kemudian tiba-tiba korban hilang, kemudian munir berupaya memanggil korban namun korban tidak terlihat lagi,” kata Nompo.

Tim gabungan Basarnas, BPBD Pangkep, Satpolair, dan Polres Pangkep dibantu masyarakat melakukan pencarian sejak kemarin dengan perahu karet. Pencarian sempat dihentikan saat malam hari karena arus air semakin deras.

Namun korban baru ditemukan pagi tadi oleh petugas.

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid bersama anggota forkopimda melayat di rumah duka Kampung Rappoala, Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang.

TL | Kabarmakassar.com | BNPB

Loading...