Beranda News Lampung Banjir Lebih Parah Berpeluang Terjadi di Bandarlampung dan Daerah Lain di Lampung

Banjir Lebih Parah Berpeluang Terjadi di Bandarlampung dan Daerah Lain di Lampung

1434
BERBAGI
Banjir di depan Cental Plaza, Jl. Kartini, Bandarlampung, Sabtu malam (28/12/2019).

TERASLAMPUNG.COM — Hujan selama beberapa jam yang mengguyur Kota Bandarlampung pada Sabtu malam (28/12/2019) menyebabkan sejumlah wilayah di Bandarlampung terendam banjir. Di beberapa lokasi, tinggi air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. Banjir lebih parah masih berpeluang terjadi jika hujan deras berlangsung lebih lama dan Pemkot Bandarlampung tidak melakukan antisipasi.

Data di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyebutkan, pada Minggu dan beberapa hari ke depang peluang hujan deras dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Lampung. Antara lain di Tanggamus, Pesisir Barat, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Lampung Tengah.

Menurut BMKG, pada 29 Desember hingga 31 Desember hujan sangat berpeluang terjadi di semua wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Hujan akan turun pada malam hari.

Sementara itu, data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung menyebutkan banjir di Bandarlampung pada Sabtu malam (28/12/2019) tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir.

Menurut Sekretaris BPBD Bandarlampung, M.Rizki, mengatakan banjir terparah pada Sabtu malam adalah di wilayah Kupangteba, Telukbetung. Di wilayah ini selain tinggi banjir mencapai 1,5 meter juga terjadi musibah rumah roboh.

“Banjir di Bandarlampung disebabkan banyak sampah di siring dan pendangkalan parit. Kami mengimbau warga bergotong-royong membersihkan sampah di siring di sekitar tempat tinggalnya,” katanya.

Sejumlah warga Bandarlampung mengaku kecewa dengan cara Walikota Bandarlampung Herman HN menangani banjir. Menurut beberapa warga, Pemkot Bandarlampung menangangi banjir ketika banjir sudah terjadi.

“Selama ini Walikota Bandarlampung sepertinya hanya sibuk mengurusi fly over. Sudah tidak bisa mengatasi kemacetan, kini masalah banjir tidak teratasi. Dari dulu Bandarlampung begini-begini terus,” kata Rusmana, warga Kupangteba.

Loading...