Beranda News Nusantara Banjir – Longsor di Jabodetabek: 67 Orang Meninggal, 1 Orang Hilang

Banjir – Longsor di Jabodetabek: 67 Orang Meninggal, 1 Orang Hilang

216
BERBAGI
Tim Basarnas mengevakuasi korban longsor di Lebak, Banten, 3 Januari 2020. Foto: BNPB

TERASLAMPUNG.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin petang (6/1/2020) mengupdate data jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Jabodetabek dan Banten menjadi 67 orang.

Sebelumnya, pada Minggu (5/1/2020) BNPB merilis korban meninggal sebanyak 60 orang. Tambahan lima orang korban perinciannya adalah: lima orang korban meninggal dunia di Kota Tangerang , satu orang meninggal di pengungsian di Kabupaten Bogor, dan satu orang meninggal di Kabupaten Lebak. Korban yang ditemukan meninggal di Lebak sebelumnya dinyatakan hilang.

Tujuh korban yang baru ditemukan adalah:

1. Aceng Ismail (52/L) Kota Tangerang

2. Nining (75/P) Kota Tangerang

3. Rosdiana (60/P) Kota Tangerang

4. Fatir (14/L) Kota Tangerang

5. John Andreas (14/L) Kota Tangerang

6. Emah (65/P) Kabupaten Bogor

7. Rizki (7/L) Kabupaten Lebak

Korban yang hilang dan belum diketemukan atas nama Muhadi (35/L) Kabupaten Lebak.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB genangan air masih ada di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Bekasi 20-30 cm, Kota Bekasi 20-60 cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm dan Jakarta Barat 20-150 cm.

Walaupun genangan air kian surut, terjadi penambahan jumlah pengungsi sebesar 917 jiwa menjadi 36.419 jiwa dan titik pengungsian pada beberapa wilayah antara lain Kabupaten Bekasi 3 titik, Kota Bekasi 75 titik, Kabupaten Bogor 27 titik, Kota Tangerang Selatan 1 titik, Jakarta Timur 1 titik, Jakarta Barat 5 titik, Jakarta Selatan 1 titik, Jakarta Utara 1 titik, Kabupaten Lebak 8 titik dan Kota Depok 6 titik.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan potensi curah hujan tinggi hingga sepekan kedepan. Kepala BNPB Doni Monardo menegaskan Pemerintah Daerah dan BPBD harus aktif dalam menginformasikan peringatan dini cuaca terkini dari BMKG kepada masyarakat untuk meningkatkan kewasapdaan dan kesiapsiagaan.

Loading...