Banjir Majalengka, 5.194 Rumah dan 802 Hektare Sawah Terendam

  • Bagikan
Kondisi jembatan dan rumah di Blok Anjun,Kecamatan Kadipaten yang ambruk diterjang banjir. (Foto: istimewa)
Kondisi jembatan dan rumah di Blok Anjun,Kecamatan Kadipaten yang ambruk diterjang banjir. (Foto: istimewa via Terasjabar.co.id)

TERASLAMPUNG.COM, MAJALENGKA — Banjir yang merendam sebagian wilayah di Kabupaten Majalengka, Minggu (7/2) hingga Selasa (9/2) menimbulkan dampak cukup signifikan. Selain curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu dini hari, jebolnya tanggul di wilayah utara Majalengka semaninha memperparah kondisi.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka kepada terasjabar.co.id., hingga Selasa (9/2) pukul 21.00 WIB tercatat sedikitnya 4.216 kepala keluarga (KK) atau 11.748 jiwa terdampak banjir. Sejauh ini, terdapat satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir.

Selain itu, sebanyak 5.194 rumah terendam dengan kerusakan bervariasi, mulai rusak ringan hingga rusak berat, 802 hektare sawah serta 71 titik fasilitas umum terendam. Jumlah itu tersebar 53 blok (dusun) dari 23 desa dan delapan kecamatan. Mengingat luasnya sebaran titik banjir, BPBD belum bisa merilis angka kerugian material secara resmi. “Untuk angka persis berapa kerugian material, kami masih menghitungnya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majalengka Indrayanto, kepada terasjabar.co.id., Selasa (9/2) malam.

Hingga berita ini diturunkan, menurut Indrayanto, BPBD Majalengka dan Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka yang terdiri dari unsur Polri, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), serta BPBD Provinsi Jawa Barat, masih terus bahu-membahu melakukan assessment dan evakuasi kepada para warga yang terdampak.

Kondisi terakhir dilaporkan, sebagian wilayah sudah surut, tetapi sebagian lainnya masih tergenang. Wilayah yang sudah surut rata-rata berada di bagian selatan, yakni Kecamatan Kadipaten, Kasokandel, Dawuan, Panyingkiran, dan Sumberjaya. Adapun yang masih tergenang yaitu Kecamatan Kertajati, Jatitujuh, dan Ligung.

Saat ini, warga terdampak banjir membutuhkan bantuan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. BPBD mencatat, bantuan yang diperlukan, antara lain: pakaian layak pakai, air bersih, perlengkapan bayi, sembako, dan obat-obatan. Bagi yang akan menyalurkan bantuan, saat ini BPBD Majalengka mendirikan Posko Tanggap Bencana Banjir dan Longsor yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Jatitujuh.

TERASJABAR.CO.ID

  • Bagikan