Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Banjir Rendam Ribuan Rumah di Tiga Kelurahan di Telukbetung

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Tiga Kelurahan di Telukbetung

581
BERBAGI
Tim BPBD Bandarlampung mengevaakuasi waargaa di Kelurhan Kota Karang, Bandarlampung, Selasa (15/3/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Hujan deras yang yang mengguyur Kota Bandarlampung selama tiga jam, sejak pukul 13.00-15.00 WIB, pada Selasa (15/3/2016) siang mengakibatkan ribuan rumah di tiga kelurahan terendam banjir.

Tiga kelurahan itu adalah  Gedung Pakuon dan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan (TbS), dan a Kelurahan Kota Karang.

Pantauan teraslampung.com, akibat banjir tersebut ribuan warga terlihat tampak sibuk mengeluarkan harta benda dari dalam rumahnya yang masih bisa diselamatkan dari rendaman air setingi 1,5 sampai 2 meter yang menggenangi rumah mereka.

Selain itu juga, puluhan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung diterjunkan kelokasi banjir untuk mengevakuasi warga dari bencana banjir tersebut menggunakan peralatan perahu karet.

Menurut keterangan salah satu warga korban banjir, Risma mengatakan, dirinya sangat kaget saat banjir yang datang secara mendadak saat hujan turun deras. Menurutnya, saat kejadian itu ia sedang memasak didapur dan air tiba-tiba datang begitu cepat masuk kedalam rumahnya.

Hal senada juga dikatakan, Rohimi bahwa saat banjir datang dirinya sedang menonton televisi dan air masuk dengan cepat kedalam rumahnya dan langsung merendam seluruh isi ruangan rumahnya.

“Begitu air masuk ke dalam rumah, saya langsung mengamankan barang-barang elektronik agar tidak korsleting listrik,”ujarnya.


SIMAK: Banjir Bandang Datang, Novi Berlari Selamatkan Bayinya

Sementara itu, Sari (25) warga setempat yang tinggal dekat bantaran sungai menjelaskan, akibat banjir bandang yang merendam rumahnya. Terpaksa ia harus merelakan sepeda motornya, dan barang berharga lainnya terendam air. Saat banjir terjadi, Sari tidak sempat mengeluarkan sepeda motor yang berada di bagian belakang rumah tersebut.

“Sepeda motor saya, sudah kelelep mas karena ditaruh di belakang rumah. Sudah nggak sempat dikeluarin, saya langsung lari aja takut tenggelam soalnya,” kata Sari sambil menguras air yang bercampur lumpur dari dalam rumahnya.

Banjir yang terjadi di kawasan Kelurahan Gedong Pakuan dan Kelurahan Pesawahan itu, menurut keterangan Camat Telukbetung Selatan, Yustam Effendi saat ditemui dilokasi banjir mengutarakan, bahwa kejadian banjir ini adalah yang pertama setelah 33 tahun sejak tahun 1983
silam.

“Banjir bandang ini, memang sangat cepat dan tiba-tiba karena luapan air dari Sungai Kahuripan. Dulu juga pernah terjadi, tetapi pada tahun 1983,”kata Yustam, Selasa (15/3).

Menurutnya, ketinggian banjir itu,  ada yang 1,5 meter bahkan ada juga yang mencapai hingga 2 meter dan merendam ribuan rumah yang berada di bantaran sungai.

Yustam menambahkan, banjir di dua kelurahan tersebut mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir. Menurut Rustam,  kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Ya kalau untuk Jumlah pastinya, belum bisa dikonfirmasi. Tapi yang pasti, ada ribuan rumah warga yang terendam banjir,”ungkapnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Erwin, mengatakan  pihaknya menerjunkan sekitar 70 anggotanya yang tersebar di beberapa titik lokasi banjir untuk membantu evakuasi korban banjir. Petugas langsung mengungsikan warga-warga, yang rumahnya masih terendam banjir ke wilayah yang lebih aman.

Dikatakannya, selain perahu karet untuk membantu pengungsian warga, BPBD juga mengerahkan dua mesin pompa air untuk membantu menguras air dari dalam rumah warga yang terendam air.

“Kami ungsikan dahulu yang rumahnya masih kebanjiran ke daerah kering dan aman dari jangkauan banjir,”ujarnya.


SIMAK: Video Walikota Herman HN Sambangi Korban Banjir di Telukbetung Selatan

Erwin menambahkan, sementara terdapat satu korban luka yang telah dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.

“Korban luka ada satu orang, akibat terkena benda tajam dan sudah kami bawa ke rumah sakit,”jelasnya.