Beranda Ekbis Bisnis Bank HSBC Tutup Sejumlah Rekening Muslim

Bank HSBC Tutup Sejumlah Rekening Muslim

199
BERBAGI
JAKARTA, Teraslampung.com – Bank
HSBC akan menutup rekening masjid dan lembaga Islam serta sejumlah individu
pengelolanya di Inggris. Dalam surat pemberitahuan kepada
sejumlah nasabah yang akan ditutup rekeningnya itu, HSBC menyebut bahwa
alasannya adalah pelayanan perbankan terhadap mereka berada di luar ‘risk
appetite’ atau risiko yang siap mereka ambil.
HSBC menegaskan bahwa keputusan itu
sama sekali tidak didasarkan pada ras atau agama. “Diskriminasi terhadap nasabah
berdasarkan ras dan agama adalah imoral, tak bisa diterima, dan ilegal, dan
HSBC memiliki peraturan dan kebijakan yang komprehensif untuk memastikan bahwa
ras dan agama tak pernah menjadi faktor dalam keputusan perbankan.”
Rekening yang akan ditutup antara
lain milik Masjid Finsbury Park London, Yayasan Ummah Welfare Bolton, Cordoba
Foundation dan pengelolanya, Anas Al Tikriti dan keluarganya.
Dalam surat terpisah yang nyaris
identik dan semuanya tertanggal 22 Juli kepada masjid Finsbury Park, Ummah
Welfare, dan Cordoba Foundation, HSBC memberitahukan bahwa rekening mereka akan
ditutup tanggal 22 September.
Ketua masjid Finsbury Park, Mohammed
Kozbar, mengatakan kepada Dominic Laurie dari BBC, bahwa bank tak menghubungi
mereka terlebih dahulu dan tidak memberi kesempatan untuk mendiskusikan
masalahnya.
Ini sangat mengagetkan, kata Kozbar.
“Kami adalah lembaga yang beroperasi di Inggris sepenuhnya, dan tidak
mentransfer uang ke luar Inggris. Seluruh operasional kami dibiayai oleh dana
dari dalam negeri Inggris.”
Seorang
anggota Dewan masjid Finsbury Park menyebut, “Ini membuat kami percaya
bahwa satu-satunya alasan kejadian ini adalah karena kampanye Islamofobia yang
menyasar lembaga-lembaga amal di Inggris.
Masjid
Finsbury Park sempat dikelola oleh Abu Hamzah, yang Mei lalu divonis di AS
untuk kasus terorisme. Namun, kemudian diambil alih pada tahun 2005, dan dikelola
Mohammed Kozar, yang berusaha mengubah citra masjid.
Jeremy
Corbyn, anggota parlemen lokal Finsbury Park, menyatakan kaget atas keputusan
HSBC dan menyebut masjid telah “berkembang menjadi teladan yang bagus
tentang suatu masjid jami (umum) yang membantu masyarakat setempat dan
menyediakan sarana untuk semua iman jika dibutuhkan.”

Keluarga Dilibatkan

Untuk
Cordoba Foundation, HSBC akan menutup rekening lembaganya dan juga rekening
pendirinya, Anas Al Tikriti, serta istri dan dua anaknya yang berusia 16 dan 12
tahun.
Anas Al Tikriti -lelaki kelahiran Bagdad
tahun 1968- tak habis mengerti. “Ini sangat mengganggu saya. Mengapa
seluruh keluarga saya dilibatkan?”
Dia
mengaku hanya bisa menduga-duga bahwa yayasannya, Cordoba Foundation,
“yang terutama merupakan lembaga amal, dan jaringan yang banyak -jika
bukan seluruhnya- sangat lantang dalam isu Palestina.”
Cordoba
Foundation adalah lembaga yang didirikan tahun 2005, yang disebut al Tikriti
berfokus pada hubungan Eropa dan Timur Tengah.
Adapun
Yayasan Kesejahteraan Umat atau Ummah Welfare, adalah lembaga amal berpusat di
Bolton yang telah menyumbang berbagai proyek di sekitar 20 negara, dengan
sekitar £70 juta atau hampir sekitar Rp1,4 triliun.
Dalam
suratnya kepada Ummah Welfare HSBC menyebutkan, “Anda harus menyiapkan
pengaturan alternatif untuk urusan perbankan Anda, karena kami tidak akan
membuka rekening baru untuk Anda”.
Mohammed
Ahmad, pengelola Ummah mempertanyakan penutupan itu kepada HSBC namun tak
mendapat jawaban.
Ahmad
menduga keputusan HSBC terkait kegiatan mereka di Gaza.
Lembaga
ini bekerja di Gaza sejak 10 tahun lalu namun -tegas Ahmad- bekerja untuk
bantuan kemanusiaan dengan menyediakan ambulans, bantuan makanan, obat-obatan,
dan bantuan dana.
“Kami memastikan bahwa di sana kami
bekerja sama dengan organisasi yang nonpartisan,” tambah Ahmad. “Kami
berusaha untuk tidak memihak, sebisa mungkin.”
Seorang
pejabat pemerintah kepada BBC menyatakan, ia yakin keputusan HSBC tak terkait
dengan tindakan pemerintah melainkan berdasarkan analisis risiko mereka
sendiri.
HSBC memang punya sejumlah pengalaman
buruk.
Pada
Desember 2012 HSBC harus membayar US$1,9 milyar (Rp20 triliun) kepada
pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan pencucian uang yang melibatkan
kartel obat bius.
Agustus tahun lalu, HSBC meminta lebih
dari 40 kedutaan, konsulat dan Komisi Tinggi di Inggris untuk menutup rekening
mereka.
Saat
itu HSBC mengatakan mereka menerapkan program asesmen ‘lima saringan’ untuk
semua bisnis mereka sejak Mei 2011 dan pelayanan terhadap kedutaan-kedutaan
tidak dikecualikan. (Dewira)

Sumber: BBC

Loading...