Beranda News Kabar Desa Bank Sampah, Solusi Atasi Kebersihan di Dusun Umbul Keong 2 Lamsel

Bank Sampah, Solusi Atasi Kebersihan di Dusun Umbul Keong 2 Lamsel

398
BERBAGI
Tempat sampah yang terbuat dari coran semen yang sudah terpasang disejumlah rumah warga dilingkungan Dusun Umbul Keong 2, Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Tempat sampah tersebut, dikerjakan secara swadaya dan gotong-royong oleh masyarakat setempat.
Tempat sampah yang terbuat dari coran semen yang sudah terpasang disejumlah rumah warga dilingkungan Dusun Umbul Keong 2, Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Tempat sampah tersebut, dikerjakan secara swadaya dan gotong-royong oleh masyarakat setempat.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Melihat sampah berserakan sehingga kurang nyaman dipandang mata, Sugeng Prasetyo (45), kepala dusun (Kadus) Umbul Keong 2 Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan  tergerak membuat tempat sampah secara swadaya dan berinovasi akan mendirikan bank sampah untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

Dengan adanya bank sampah, sampah  bisa dimanfaatkan menjadi berguna dan bernilai ekonomis dengan mendirikan bank sampah.

Untuk mendirikan bank sampah perlu adanya peran desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) menciptakan pengelolaan sampah yang berdaya guna. Sehingga tumpukan sampah rumah tangga yang ada di masing-masing perdukuhan (dusun) di Desa tersebut bisa terakomodir dan teratasi dengan baik.

“Problem sampah ini, tidak hanya terjadi di pedukuhan (dusun) kami ini saja.Kita harus menyikapinya dengan arif dan juga bagaimana bisa mengolah sampah menjadi berguna dan menghasilkan uang untuk warga,”kata Kepala dusun (Kadus) Umbul Keong 2, Desa Sidomulyo, Sugeng Prasetyo, saat ditemui teraslampung.com di sela-sela melakukan kegiatan bersih di lingkungannya, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya, sampah yang tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan masalah baru, seperti bau tak sedap, menyebabkan penyakit, banjir dan lainnya terutama keberadaan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Sebagian besar masyarakat, melihat sampah ini sebagai material tidak berguna dan tidak dapat diolah kembali sehingga mereka membuang sampah secara langsung.

“Setiap orang, rata-rata membuang sampah sebanyak 0,5 Kg/hari. Tanpa diberangi dengan kesadaran akan kelestarian lingkungan, sampah-sampah ini akan membuat tampilan pedukuhan semakin buruk bahkan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan,”ungkapnya.

Kepala dusun (Kadus) Umbul Keong 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan, Sugeng Prasetyo (memakai caping) bersama Ketua RT dan warga saat berikan keterangan terkait pengolahan sampah.
Kepala dusun (Kadus) Umbul Keong 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan, Sugeng Prasetyo (memakai caping) bersama Ketua RT dan warga saat berikan keterangan terkait pengolahan sampah.

Sugeng mengatakan, untuk mengatasai permasalahan sampah tersebut, dirinya mengajak seluruh warganya agar peduli terhadap sampah dan juga terlihat dengan adanya tempat-tempat sampah yang terbuat dari semen dan sudah terpasang disejumlah pekarangan rumah warga dilingkungan tersebut.

“Pembuatan tempat-tempat sampah ini, dilakukan secara gotong-royong dan swadaya dan juga atas kesadaran masyarakat terhadap lingkungan karena ingin menjadikan Dusun Umbul Keong 2 ini menjadi bersih,”ujarnya.

Dari jumlah target 480 Kepala Keluarga (KK) dari tiga RT di Dusun Umbul Keong 2 Desa Sidomulyo, kata Sugeng, baru sekitar 70 tempat sampah yang sudah dibuat dan terpasang di rumah warga. Sementara sisanya, akan segera dibuat agar target pemasangan tempat sampah dapat terlaksana semua.

“Jadi disetiap halaman rumah warga, nantinya akan ditaruh tempat-tempat sampah tersebut,”ucapnya.

Sugeng mengutarakan, mewujudkan kebersihan lingkungan dan mendorong warga mengelola sampah dengan baik dan sekaligus memberi tambahan penghasilan bagi warga memenuhi kebutuhan hidupnya, Ia membuat sebuah terobosan baru mendirikan Bank Sampah dalam waktu dekat. Meski belum adanya mesin pencacah sampah organik, alat komposter atau lainnya, namun tekadnya untuk mendirikan Bank Sampah sangatlah kuat dan patut diapresiasi.

“Atas dasar kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan dari sampah, kami bertekad akan segera mendirikan Bank Sampah dalam waktu dekat ini. Mewujudkan lingkungan bersih, sehat dan nyaman dan menjadikan sampah sebagai nilai ekonomis bagi warga, merupakan sebuah cita-cita kami,”bebernya.

Diakuinya, memilah sampah organik dan anorganik, memang belum menjadi kebiasaan warga sehingga perlu adanya pengelolaan sampah dengan baik. Ia juga mengatakan, Bank Sampah tersebut nantinya akan dikelola oleh dirinya bersama Ketua RT, Pemuda, Karang Taruna serta warga lingkungan yang mendukung adanya program Bank Sampah tersebut.

“Dalam mengelola bank sampah kami juga bekerjasama dengan pengepul barang bekas. Sebagian hasil penjualan sampah-sampah plastik tersebut, akan disisihkan untuk  kas dusun. Uangnya akan digulirkan khusnya untuk anak-anak sebagai keperluan sekolah dan lainnya,”terangnya.

Menurut Sugeng, bank sampah tidak hanya membeli sampah dari warga, tapi juga mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarang tempat. Warga juga akan dilatih untuk mengelola sampah dengan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya seperti sampah organik dan anorganik.

“Selain dapat menambah penghasilan, penanganan sampah melalui bank sampah juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga dan warga juga dapat menabung di Bank Sampah tersebut. Kami berharap, para ibu rumah tangga agar bisa memisahkan sampah organik dan anorganik,”pungkasnya.

Loading...