Beranda News Sosial Bantu Korban Gempa Sulteng, Wanita Hindu Tiga Desa di Lamsel Keliling Kampung

Bantu Korban Gempa Sulteng, Wanita Hindu Tiga Desa di Lamsel Keliling Kampung

190
BERBAGI
Wakil ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Lampung Selatan, Ketut Oke Patmawati (Kacamata) bersama tim relawan WHDI Tridharmayoga saat keliling kampung galang donasi untuk korban bencana alam Sulawesi Tengah.
Wakil ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Lampung Selatan, Ketut Oke Patmawati (Kacamata) bersama tim relawan WHDI Tridharmayoga saat keliling kampung galang donasi untuk korban bencana alam Sulawesi Tengah.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Kepedulian terhadap musibah bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa waktu lalu, turut dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Upaya penggalangan donasi untuk membantu korban terus bergulir, seperti halnya yang dilakukan oleh kaum wanita dari tiga Desa di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan yang tergabung dalam wadah Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI).

Para wanita Hindu dari tiga Desa yang melakukan penggalangan dana itu, yakni Desa Tridharmayoga, Sumbernadi dan Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Salah satunya adalah di Desa Tridharmayoga, mereka keliling kampung mendatangi rumah-rumah warga sembari membawa kotak kardus donasi bertuliskan “Peduli Palu Sulteng”.

Meski disengat dengan teriknya sinar matahari, namun tidak menyurutkan langkah mereka keliling kampung melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Menurut salah seorang warga Desa Tridarmayoga, Ketut Oke Patmawati (33) yang juga sebagai wakil ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Lampung Selatan mengatakan, bahwa sebelumnya juga, telah dilakukan aksi penggalangan dana oleh wanita hindu yang tergabung dalam wadah WHDI Lampung Selatan secara serentak untuk membantu korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“Aksi penggalangan dana untuk korban Sulteng ini, merupakan bentuk rasa empati dan peduli kami kepada sesama. Kami dari WHDI di tiga Desa yakni Tridharmayoga, Sumbernadi dan Bangun Rejo, melakukan penggalangan dana dengan mendatangi rumah-rumah warga,”ucapnya saat di temui teraslampung.com di salah satu rumah warga, Selasa 16 Oktober 2018 siang.

Menurutnya, penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah tersebut, dilakukannya bersama tim relawan WHDI lainnya selama dua hari yakni pada hari Minggu dan Senin kemarin (14-15 Oktober 2018).

“Aksi peduli terhadap sesama untuk membantu korban bencana alam di Sulteng ini, merupakan inisiasi Ketua WHDI Lampung Selatan, Putu Armini dan dilakukan oleh semua pengurus WHDI yang ada di Lampung Selatan. Kegiatan peduli terhadap sesama ini, mendapat respon positif dari semua lapisan masyarakat,”ujarnya.

Oke mengungkapkan, dari aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh para pengurus WHDI dari tiga Desa di Kecamatan Ketapang tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 3.704.000. Dana tersebut, nantinya akan langsung diserahkan ke pengurus WHDI Provinsi Lampung dan akan disalurkan untuk korban di Sulawesi Tengah.

“Jumlah dana bantuan yang terkumpul melalui WHDI Lampung Selatan hingga hari ini, terkumpul sebesar Rp 18.2 juta lebih. Meski bantuan hasil donasi yang dilakukan ini tidak seberapa nilainya, harapannya bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sulteng,”harapnya.

Oke menambahkan, bagi masyarakat yang ingin memberikan sebagian hartanya untuk membantu para korban di Sulawesi Tengah, bisa mendonasikan melalui pengurus WHDI Lampung Selatan yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Saya sangat berterimakasih sekali, baik untuk masyarakat hindu dharma dan seluruh masyarakat Lampung lainnya yang sudah begitu peduli terhadap sesama membantu korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulteng. Karna persatuan dan kekompakan itulah, hal yang paling utama untuk bangsa ini,”pungkasnya.

Loading...