Beranda News Bandarlampung Banyak Dikritik, Banyak Pula yang Merasakan Manfaat “Fly-Over” di Bandarlampung

Banyak Dikritik, Banyak Pula yang Merasakan Manfaat “Fly-Over” di Bandarlampung

498
BERBAGI
Jalan layang (fly-over) di Jalan Teuku Umar -Jalan Z.A. Pagar Alam depan Mal Boemi Kedaton Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Kota Bandarlampung terus bergeliat. Jumlah hotel berbintang meningkat jadi puluhan, sementara jalan utama makin padat dan macet di beberapa ruas.

Pemkot Bandarlampung kemudian membangun jalan layang (fly-over) di sejumlah lokasi dengan tujuan mengurangi kemacetan. Namun, laju penambahan jumlah kendaraan bermotor tak tetap tak bisa dibendung. Dampaknya: beberapa ruas jalan di Bandarlampung masih macet,meskipun delapan jalan layang sudah beroperasi.

Pembangunan jalan layang itu sendiri sudah menuai pro-kontra sejak awal. Banyak yang meyakini, jalan layang tidak bisa mengatasi kemacetan.

Namun, di sisi lain, di sela-sela pro-kontra soal jalan layang menjelang pilkada serentak– dan berbau suka-tidak suka pada calon di Pilgub Lampung — banyak pula warga Kota Bandarlampung yang mengaku merasakan manfaat jalan layang.

Yang diungkaokan Sofiyan, warga Natar, Lampung Selatan,misalnya.

Pria yang tinggal di Natar tetapi bekerja di Bandarlampung itu mengaku  perjalanan berangkat dan pulang kerja kini  lebih cepat sejak dibukanya jalan layang di jalan Teuku Umar dekat Mal Boemi Kedaton.

“Dari rumah saya di Natar ke kantor tempat kerja di Gotong Royong sekarang jauh lebih cepat dan lancar semenjak jalan layang di Mall Bumi Kedato dibuka,” ujar Sofiyan.

Kelancaran lalu lintas sejak adanya jalan layang juga dirasakan Toto, warga Jalan Antasari Bandarlampung.

Pria yang kantornya di wilayah Pahoman itu mengaku sejak adanya jalan layang  perjalanan dari rumah ka kantornya (dan sebaliknya) semakin singkat.

“Sebelum ada jalan layang, macetnya minta ampun deh. Apalagi kalau pas kereta babaranjang lewat di perlintasan Jalan Gajahmada,” kata dia.

Menurut Toto, jalan layang yang memanjang dari dekat Stadion Pahoman hingga Jalan Gajahmada itu bisa mengurai kemacetan

Lain lagi cerita Mariam, ibu setengah baya ini merasa bangga dengan adanya jalan layang.

“Aku bangga, senang dengan adanya jalan layang. Aku suka apa lagi malam tahun baru banyak warga yang berkumpul untuk nonton kembang api,” ujar Mariam warga Tanjung Gading.

Jumlah kendaran bermotor di Bandarlampung meningkat signifikan dalam kurun empat tahun terakhir.

Data Pemkot Bandarlampung menunjukkan: pada 2013 jumlah kendaraan bermotor di Bandarlampung ada 180.124. Empat tahun kemudian, tepatnya pada Agustus 2017 jumlahnya bertambah menjadi 359.365 unit .

Dandy Ibrahim