Beranda News Obituari Banyak Komunitas di Lampung Sangat Kehilangan, Selamat Jalan Bang Daniel H Ghanie…

Banyak Komunitas di Lampung Sangat Kehilangan, Selamat Jalan Bang Daniel H Ghanie…

1951
BERBAGI
Daniel H. Ghanie (kaos merah) bersama Djaduk Ferianto (tengah) pada acara NgayogaJazz. Foto: Irwan Wahyudi

Muzzamil

Dikabarkan cukup lama menurun kesehatannya, pekerja seni budaya, musisi jazz, ketua Komunitas Jazz Lampung dan aktivis prodemokrasi Lampung, Daniel H. Ghanie (55 tahun), wafat pada Rabu (12/2/2020) pagi sekira pukul 08.30 WIB.

Dari informasi kerabat dan sejawat dekat, Daniel menghembuskan napas terakhirnya di kediaman pribadi sang adik, Iqbal H. Ghanie, di Perum Griya Sukarame Blok A5 Nomor 3, Sukarame, Bandarlampung.

Entah siapa yang mengunggah, akun pribadi jejaring sosial Facebook almarhum, sekitar 1,5 jam dari waktu ia berpulang, memberikan warta duka ini.

Selama ini, almarhum juga tergolong aktif berjejaring di sosial media. Selain Facebook, peninggalan karya demi unggahan Daniel dapat mudah ditemukenali di platform baik Youtube, Twitter, dan juga Instagram.

Setidaknya, dari penelusuran di sejumlah platform media sosial, Rabu, kontan segenap rekan dan kolega pria kelahiran 28 Mei ini bersegera bersahutan saling bersyiar warta, berbelasungkawa. Mereka takzim.

Sebagai pekerja seni budaya, Daniel dengan syal melilit leher, busana kasual membalut tubuh tingginya, dikenal bintang panggung.

Dalam catatan aktivis, jurnalis, sastrawan Lampung Oyos Saroso HN, ajang bergengsi Ngayogjazz, festival musik jazz tahunan di Yogyakarta gelaran seniman dan komunitas musik jazz lokal Kota Gudeg itu sejak 2007, termasuk jadi salah satu obituari panggung Daniel dan Komunitas Jazz Lampung.

Daniel dkk pernah manggung di Ngayogjazz 18 November 2012 di Yogyakarta, juga Jazz Traffic di Surabaya, Jawa Timur, tahun yang sama.

Dari Lampung, Daniel sendiri bersorai, saat Opa Jazz n Friends featuring Erizal Barmawi –salah satu dari grup musik jazz terafiliasi komunitas binaannya– sukses performansi di pentas Ngayogjazz terakhir minus salah satu pengampu, Djaduk Ferianto bin Bagong Kussudiardjo, yang mangkat tiga hari jelang puncak acara, 16 November 2019.

Selain keluarga, mereka yang berkabung, bertakziah, mengirimkan karangan bunga ucapan duka cita, hingga turut mengantar jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhir, berasal dari berbagai kalangan.

Seperti para pekerja seni budaya kenamaan Lampung, sebut saja antara lain sastrawan, jurnalis, produser/sutradara rumah produksi Kreasi Cemerlang Entertainment yang juga sekretaris DPW LASQI Lampung (2015-kini), Syaiful Irba Tanpaka.

“Daniel bin Husni Ghani, Al Fatihah. Inna lillahi, selamat jalan Bang,” tulis MC kondang, trainer, biduan, narablog travelling, pendiri dan pemrakarsa Ikatan Muli Mekhanai Bandarlampung (Imkobal), Indra Pradya, di Facebook, Rabu pagi.

Paus Sastra Lampung, penulis produktif pengampu hebat Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, mengantar Daniel pergi sejudul puisi. “Selamat jalan Daniel H Ganie. Allah Mahasayang. Kelak aku pun akan menemanimu,” pengantar singkat Isbedy.

KAU MENDAHULUIKU

: dhg

kau telah mendahului aku
yang masih mencari rumah
masih pula meraba jalan pulang
bahkan, terkadang sesat ladang
benderang. didera lautan gemilang
: puja dan sakit meradang!

kau telah melampauiku seribu langkah
mencapai pulang. kau telah selamat
ujian, keluar dari sakit dunia. dan
sampai pada kesembuhan di sisi-Nya

Tuhanmu — Tuhanku pula — terlalu banyak
memberi sayang dan kasih. memeluk erat
tiap desah napas, mencekalnya kembali
napas itu pulang pada yang memiliki

Rabu, 12 Februari 2020,” bunyi tiga bait unggahan magis sekira pukul 10 pagi, pemilik tanggal lahir 5 Juni, juga pegiat Komunitas Gedung Meneng (KGM) ini.

Memutar kenangan, melalui sebuah foto saat pernah bersama almarhum berbicara dalam sebuah kesempatan publik, dihampar budayawan cum jurnalis Lampung lainnya, Zulkarnain Zubairi, Rabu siang.

“BERBINCANG tentang literasi Lampung bersama Daniel Hghanie suatu waktu. Di lain kesempatan, kita bicara tentang radio, musik, film, sastra, teater, jurnalisme. Ah, terlalu banyak. Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Kini, engkau telah pergi. Jauuh…,” mantan Pemred Surat Kabar Mahasiswa Teknokra Unila 1993-1994, lanjut Pinum Majalah Republica FISIP Unila 1994-1996 itu, coba mengenang.

Pemilik nama pena Udo Z Karzi itu pun final mengikhlaskan. “Selamat jalan, Bang Daniel,” tuturnya menulis, menaut serta satu pranala.

Yang terpantau lainnya, Bagus S Pribadi, seniman pencipta lagu daerah Lampung sejak akhir 1980-an.

“Saudara kita, sahabat kita: Daniel H Ghani udah gak ada. Semoga diampuni semua dosa dan ditempatkan ditempat terbaik di sisi Allah. Amiiin ya Rabbal Alamin,” takzimnya mendoakan, pukul 09.24 WIB, dikutip dari grup pesan instan paguyuban pembaca portal daring Teras Lampung.

Di grup yang sama, praktisi infrastruktur, pengusaha, bekas Ketua DPW Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Lampung, Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Andesit Indonesia (APBAI) Lampung, Ginta Wirya Senjaya, menulis kesan mengambil keseharian bermusik jazz Daniel, sebagai sudut irisan belasungkawa.

“Selamat jalan sahabat, kami penikmat musik jazz Lampung sangat kehilangan sang inspirator seni ini. Terima kasih sahabat untuk kebaikan dan dedikasi tiada hentinya, surga adalah tempat yang layak untuk orang-orang baik, semoga husnul khotimah sahabat,” bunyi irisan Ginta itu.

Berduka lainnya, Ketua Yayasan Alfian Husin juga Ketua Bidang Ekonomi DPP Pejuang Bravo-5 Andi Desfiandi, jurnalis daring Sam Sukaryanso, eks wartawan Lampung Post Kristianto, mantan aktivis 1998 kini Wakil Ketua Umum Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo) Dedi Rohman, serta eks Direktur Eksekutif LBH Bandarlampung dan Ketua KPU Lampung Edwin Hanibal.

Pantauan di “grup sebelah”, pesan terusan berita duka cita dari Dedi Rohman, disambut turut haru kehilangan, warga grup ofisial DPD Pejuang Bravo-5 Lampung, sepanjang Rabu pagi hingga petang.

Antaranya wakil ketua Miswan Rodi mewakili Ketua DPD Pejuang Bravo-5 Lampung Ary Meizari Alfian, wakabid sosial politik Junaedi (pemilik RM Minang Indah), anggota bidang pengembangan usaha Aswal Junaidi (pengusaha keripik Askha Jaya), dan unsur dewan penasihat, Mukhlis Basri, anggota DPR dapil Lampung I dari PDI Perjuangan.

Satu lagi yang musabab kebersamaannya terinterupsi panggilan Sang Khalik kepada Daniel, membikinnya kuat melepaskan, yakni kompatriotnya di salah satu organ relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Siti Noor Laila.

“Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah Yang Maha Esa. Husnul khotimah. Dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan lahir dan batin. Aamiin,” larung doa mantan Ketua Komnas HAM 2013-2014 di kurun tugasnya sebagai komisioner periode 2012-2017 itu.

Bertepatan, SN Laila, pendiri LSM Damar dan LAdA itu hingga kini aktif selaku Ketua DPW Seknas Jokowi Lampung. Mendiang Daniel, sekretarisnya.

Pamungkas, unggahan Facebook Ahmad Yulden Erwin medio 5 Oktober 2019 pukul 17.29 WIB, tertuju spesial kepada Daniel semasa hidup, cukup bisa membuat degup jantung siapapun yang membacanya, kembang-redup.

“Semoga Allah mengampuni semua dosamu dan menyembuhkan semua sakitmu, sahabatku, Daniel. Bersabarlah. Kuatkanlah dirimu. Kau orang yang baik, Daniel, kau menolongku menjualkan tiga buku puisiku waktu dulu aku tak berdaya karena terkena stroke, kuucapkan terima kasih yang tulus untukmu,” tulis AY Erwin atau AYE, nama lain sosok jurnalis, pekerja seni budaya, penulis, dan aktivis antikorupsi ini.

Selamat jalan Daniel. Kesantunan, prinsip ojo dumeh, kata motivasi, juga secangkir kopi, dan kesahajaan warisanmu, biar kami yang tularkan ke sesama makhluk Tuhan.***

 

Loading...