Beranda Ekbis Bisnis Banyak Penumpang Bingung Cara Beli Tiket Kapal Secara Online

Banyak Penumpang Bingung Cara Beli Tiket Kapal Secara Online

607
BERBAGI
Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Teraslampung.com/Zainal Asikin)
Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Teraslampung.com/Zainal Asikin)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Sehari diberlakukannya pembelian tiket kapal secara online ole  PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry, banyak calon penumpang kapal fery yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa bingung. Mereka tidak tahu cara membeli tiket secara online.

BACA: Berlaku Mulai Hari Ini, Pembelian Tiket Kapal Penyeberangan Secara Online

Mereka bingung, karena tidak semua calon penumpang kapal memiliki kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan ponsel pintar (android) yang bisa dipakai untuk membeli tiket kapal secara online.

Andi (36), sopir truk, saat ditemui Teraslampung.com di lokasi parkir di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, mengaku masih belum paham dan bingung mengenai cara membeli tiket penyeberangan tersebut secara online.

“Jujur saja mas, saya masih bingung cara beli tiketnya yang harus online. Karena saya inikan Gaptek, lha ponsel juga punyanya jadul seperti ini gimana mau online-nya. Selain itu juga, dari dulu sampai sekarang ini saya tidak pernah punya ATM,”ujarnya sembari menunjukkan ponsel Nokia Type 3315 miliknya, Senin (2/3/2020).

Andi meyakini, banyak calon penumpang yang juga bingung seperti dirinya saat mau membeli tiket kapal secara online.

Menurut bapak dua anak warga Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel ini, ia justru lebih suka pembelian tiket penyeberangan kapal tersebut dengan cara lama (konvensional). Apalagi, kata dia, dalam waktu dua hari ini, ia akan membawa muatannya tersebut menuju ke daerah Serang, Banten.

“Kalau saya pribadi sebenarnya masih suka cara lama yakni beli langsung, karena tidak semua sopir dan penumpang itu kan bisa pakai ponsel android dan online. Saya sendiri saja masih bingung, bagaimana kalau ada penumpang yang sudah tua (lensia) mau menyebrang melalui pelabuhan,”ungkapnya.

Andi mengaku, mendukung program pemerintah yang memberlakukan pembelian tiket kapal melalui online, karena demi kelancaraan para pengguna moda transportasi agar supaya tidak terjadinya antrian panjang. Namun ia meminta kepada petugas PT ASDP, dapat membantu pengguna moda transportasi dan penumpang yang belum paham mengenai hal tersebut.

“Saya berharap, petugas penyeberangan bisa membantu dan tidak mempersulit bagi pengguna moda transportasi dan penumpang yang memang sama sekali tidak paham akan hal itu. Program tiket online ini memang sangat bagus, tapi jangan sampai merugikan semua,“pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh seorang sopir lainnya bernama Muhendi (43), warga Kota Cirebon yang juga mengaku belum megetahui dan memahami mengenai pembelian tiket melalui online tersebut. Ditambah lagi, ia sama sekali tidak paham atau mengerti menggunakan ponsel android. Sementara ia sendiri, masih menggunakan ponsel model lama (jadul).

“Saya malah baru denger ini mas, kalau beli tiket kapal penyeberangan sekarang ini harus melalui online. Kalau yang belum bisa dengan cara online seperti itu, bagaimana ya? Kira-kira bisa menyebrang nggak ini,”ucapnya.

Sementara menurut salah seorang penumpang kendaraan bernama Supri (33), warga Candipuro, saat ditemui Teraslampung.com di tempat pemberhentian bus di Desa Kota Dalam, mengaku pemesanan tiket kapal melalui online yang sudah mulai diberlakukan oleh PT ASDP tidaklah sulit dan juga praktis.

Ia mencontohkan dirinya yang akan pergi ke rumah saudaranya di Jawa Timur. Ia sudah membeli tiket kapal secara online.

“Cukup mudah kok pesan tiket melalui online, ini saya saja sudah transakasi beli tiket online. Adanya program seperti ini, justru lebih memudahkan penggunna jasa mendapatkan tiket yang akan naik kapal melakukan penyeberangan. Meski rumah kita jauh, kita tidak perlu repot-repot lagi harus antri di loket beli tiket,” kata dia.

Menurutnya, program pembelian tiket kapal secara online ini memang sangat bagus, hal ini juga dapat menangkal adanya calo sehingga menambah kenyamanan calon penumpang. Tapi juga, kata dia, tidak semua masyarakat bisa melakukannya khususnya untuk lensia dan mereka yang memang tidak paham teknologi.

“Untuk lensia dan juga yang gaptek, bisa saja minta tolong sama anaknya atau keluarganya yang paham untuk membeli tiket kapal online-nya. Kalau memang sama sekali tidak ada dan bisa, kan ada petugas dari PT ASDP yang disiapkan untuk membantun seperti apa yang diberitakan,”ungkapnya.

Terpisah, Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap saat dikonfirmasi melalui ponselnya tidak menampik hal tersebut. Ia mengatakan, jika ada pengguna moda transportasi dan penumpang yang belum paham membeli tiket online, pihaknya sudah menempatkan petugas untuk membantu jika ada kendala dalam pembelian tiket secara online tersebut.

“Kalau ada masyarakat yang belum paham, tidak usah khawatir dan bingung kalau mau melakukan penyeberangan dan beli tiketnya cara online karena kami sudah siapkan petugas di pelabuhan untuk membantunya,”ungkapnya.

Saiful mengutarakan, diberlakukannya pemesanan tiket secara online melalui laman remsi PT ASDP www.ferizy.com ini, tidak lain untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna moda transportasi dan juga penumpang dalam mendapatkan tiket penyeberangan.

“Jadi pemberlakuan reservasi tiket online ini, diharapkan tidak ada lagi antrian kendaraan di Pelabuhan. Harapannya saat angkutan lebaran Idul Fitri nanti, sistem online ini sudah siap 100 persen,”jelasnya.

Loading...