Beranda Ekbis Bisnis Banyak PNS di Lampung Tergila-gila Batu Akik

Banyak PNS di Lampung Tergila-gila Batu Akik

492
BERBAGI
Daeng Muhiddin (memakai kopiah) melayani calon pembelinya. (Foto: Teraslampung.com)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Bersamam jam istirahat di kantor Pemprov Lampung di Jl. Robert Wolter Monginsidi, Bandarlampung, pria berwajah tirus itu tampak dikerubungi para pegawai. Di depannya, aneka jenis batu akik disusun rapi pada sebuah papan plastik. Di antara pegawai Pemprov yang mengerubungi pria asal Makassar itu ada PNS senior, banyak pula yang berusia muda dan masih magang.

Duduk di sebuah bangku plastik kecil, Daeng Muhiddin, 50, nama pria itu, tampak sabar meladeni berbagai pertanyaan orang-orang yang mengerubungi.

Penampilan Daeng Muhiddin lebih seperti ustad ketimbang penjual batu akik. Wajahnya tampak bersih, jenggot dipeliharanya meski tak lebat, sementara peci putih selalu terpasang di kepalanya. Aslinya, Daeng Muhiddin memang bukan ustad. Awal mulanya ia datang ke Lampung juga bukan untuk berbisnis batu akik. Ia “resminya” berprofesi sebagai  ahli pengobatan alternatif.

“Saya datang ke Lampung sejak tahun 1980-an. Sekarang saya sudah bisa meninggalkan tempat praktik pengobatan alternatif karena sudah punya beberapa asisten. Kalau sekarang saya jualan batu akik, itu karena saya memang suka batu akik. Apalagi bisnis ini sekarang sedang ramai,” kata Muhiddin, sambil memilihkan cincin sebagai ‘sarung’ untuk batu yang akan dibeli pelanggan, Senin lalu (29/12/2014).

Muhiddin melakukan bisnis batu akik secara ‘tradisional’. Aneka batu akik dipasarkan dengan cara manual, dengan lokasi ‘mangkal’ berbeda-beda. Kebetulan siang itu ia sedang menemui pelanggannya di kompleks Pemprov. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk jualan batu akik saat para PNS sedang istirahat.

“Pelanggan yang sudah kenal, kalau mau membeli batu akik biasanya akan ke rumah saya di Jl. Robert Wolter Monginsidi, Kelurahan Durian Payung, Bandarlampung,” kata Muhiddin.

Menurut Muhiddin, berbeda dengan era 80-an dan 90-an, penggemar batu akik saat ini sudah merambah semua kalangan. “Kalau dulu batu akik hanya digemari orang-orang tua. Sekarang anak-anak muda banyak yang suka batu akik. Bahkan, mereka juga banyak yang berbisnis batu akik,” kata Muhiddin.

 

Aneka batu akik yang dijual Daeng Muhiddin (teraslampung.com).

Muhiddin mengaku, meskipun jumlah pebisnis batu akik saat ini sangat banyak, ia  tidak merasa terancam atau khawatir kalah saingan. Menurut Muhiddin, setiap pedagang memiliki pelanggan. “Batu akik yang saya jual juga memiliki kelebihan dibanding batu akik yang dijual pedagang lain, Saya juga tidak menjual batu akik dengan harga yang mahal. Semuanya bisa ditawar,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Nur Salim. 40, penjual batu akik di Bandarlampung. Menurut Salim, bisnis batu akik adalah bisnis kepercayaan.

“Sekali penjual berbohong, maka dia akan susah, karena akan jadi bahan referensi calon pembeli. Pembeli yang kecewa pasti akan bercerita kepada kawan-kawannya,” kata Salim.

Menurut Salim, di antara para pelanggan batu akik, para PNS (terutama PNS laki-laki, lebih khusus lagi ‘para Bapak’) termasuk yang paling royal. “Banyak PNS yang tergila-gila sama batu akik. Mereka akan terus ‘berburu’ batu akik meskipun sudah punya banyak koleksi batu akik. Makanya, setiap tanggap muda atau pas jadwal PNS gajian, saya selalu mengasong batu akik ke kantor-kantor pemerintah. Sebab, biasanya akan banyak PNS yang membeli,” kata dia.

Syailendra Arif

Loading...