Beranda Kolom Kopi Pagi Bapak Prabowo, Anda Layak Dapat Bintang!

Bapak Prabowo, Anda Layak Dapat Bintang!

182
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Kamis  siang (29/1/2015), di antara hiruk pikuk episode lanjutan ‘pertarungan’ antara KPK dengan Polri pascapenangkapan dan penetapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka untuk sebuah kasus lawas, kabar baik datang dari Istana Bogor. Pembuat kabar baik itu bukan orang dalam lingkaran Istana atau partai pengusung Presiden Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, tetapi justru Prabowo Subinto.

Pertemuan Ketua Umum  Partai Gerindra Prabowo Subinto dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor itu, bagaimanapun, sangat bermakna bagi perkembangan politik di tanah air. Pertemuan itu seolah menjadi dukungan riil mantan ‘seteru’ Jokowi pada Pilpres 2014 kepada pemerintahan Jokowi. Meski sudah mengikrarkan partainya sebagai partai oposisi, usai pertemuan tersebut Prabowo menyatakan dirinya akan mendukung apa pun kebijakan yang diambil Jokowi.

Hanya beberapa jam setelah pertemuan itu, Koalisi Merah Putijh yang selama ini menyokong Prabowo langsung menggelar rapat. Beberapa saat setelah itu, baik  juru bicara KMP Tantowi yahya maupun petinggi Gerindra Fadli Zon menyiratkan dukungan pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Bahkan, Fadli Zon sempat mengungkapkan pendapatnya bahwa penunjukan Kapolri adalah hak prerogatif Presiden. Fadli Zon meyakinkan bahwa DPR akan mendukung langkah apa pun yang dilakukan Presiden Jokowi terkait polemik penunjukan calon Kapolri.

Pernyataan Fadli Zon sekaligus menepis praduga bahwa penunjukan calon Kapolri akan menjadi pintu masuk bagi DPR untuk memakzulkan Presiden Jokowi.

Prabowo sendiri akhir-akhir ini tampil sebagai politikus elegan. Pertemuan dengan Jokowi tidak saja ‘menguntungkan’ Jokowi secara politis, tetapi juga ‘menguntungkan’ Prabowo. Prabowo untung karena dengan pertemuan itu dirinya menunjukkan bahwa sebagai tokoh berjiwa besar, jauh lebih berjiwa besar dibanding–misalnya-mantan Presiden Megawati yang seolah terus berseteru dengan mantan pesaingnya pada Pilpres (SBY).

“Saya menyampaikan komitmen saya untuk mendukung usaha bersama kita sebagai eksekutif, kami di luar eksekutif sama untuk membangun bangsa menjaga keutuhan bangsa dan memerangi kemiskinan. Saya melaporkan baru saja dipilih kembali sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia. Dan Indonesia kembali menjadi juara umum dan saya mohon agar belau menerima federasi pencak silat, dan Ikatan Pencak Silat Indonesia. Beliau berkenan untuk memberi waktu.Dan tradisi kita setiap presiden adalah pendekarnya pencak silat Indonesia dan beliau akan menerima sebagai pendekar utama pencak silat dan berkenan memakai pakaian pencak silat,” kata Prabowo, usai bertemu Jokowi.

Kunjungan Prabowo seolah sekaligus menjadi pukulan telak bagi orang dalam PDIP semisal Effendi Simbolon yang dalam beberapa hari terakhir seolah menohok Jokowi, bahkan mendukung upaya pihak lain untuk menurunkan Jokowi dari jabatannya.

Disebut menjadi pukulan telak, karena justru dari seberang sana, dari kubu Koalisi Merah Putih, justru santer suara tegas akan pasang badan jika penyelesaian soal Kapolri Jokowi diprotes atau dipersoalka Koalisi Indonesia Hebat. Secara kasat mata, ini adalah pertunjukan yang aneh. Bagaimana mungkin partai pendukung Presiden digebuki oleh orang-orang yang menjadi pendukungnya sendiri, sementara koalisi partai yang selama ini dicap sebagai kelompok seteru justru mendukung Jokowi?

Jawabnya sederhana saja: tak ada yang tak mungkin dalam politik. Pencipta ketidakmungkinan menjadi hal mungkin itu adalah Prabowo. Wajarlah jika pada akhir pekan ini para penggiat media sosial maupun para pengamat menyebut Prabowo  sebagai negarawan hebat.

Selamat, Bapak Prabowo, kali ini Anda layak dapat bintang!

.

Loading...