Beranda News Lingkungan Bappenas Minta Pemda Prioritaskan Proyek Sanitasi dan Air Bersih

Bappenas Minta Pemda Prioritaskan Proyek Sanitasi dan Air Bersih

35
BERBAGI
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro membuka acara City Sanitation Summit (CSS) AKKOPSI ke-XIX00, yang dilaksanakan dari tanggal 23 – 25 September 2019 di Banjarmasin.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro membuka acara City Sanitation Summit (CSS) AKKOPSI ke-XIX00, yang dilaksanakan dari tanggal 23 – 25 September 2019 di Banjarmasin.

TERASLAMPUNG.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro meminta pemerintah daerah mengutamakan pembangunan sarana sanitasi dan penyediaan air bersih.

“Sanitasi dan air bersih itu adalah kebutuhan dasar manusia yang paling dasar, sehingga tidak boleh pemerintah daerah melupakan upaya untuk perbaikan itu ke arah yang lebih baik,” katanya saat membuka City Sanitation Summit 2019 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa 24 September 2019.

“Kalau kita tidak menjaga sanitasi dan air bersih dengan baik maka akan berpotensi terjadi stunting (kekerdilan pada anak), ini merugikan ekonomi yang besar dalam bentuk tenaga kerja (yang) nantinya kurang produktif,” kata dia.

Bambang mendukung komitmen Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) menjadikan pembangunan sarana sanitasi dan penyediaan air bersih sebagai prioritas dalam membangun daerah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mestinya menempatkan pembangunan sarana sanitasi dan penyediaan air bersih sebagai prioritas.

Pemerintah pusat, kata dia, memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk meminta bantuan guna membangun infrastruktur sanitasi dan air bersih ini melalui pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kami anjurkan, kalau buat proposal untuk DAK itu lebih besar ke program sanitasi dan air bersih, sekarang kan lebih besar ke pembangunan infrastruktur jalan,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah kabupaten/kota bisa menjalankan program penyediaan sarana sanitasi dan air bersih berbasis masyarakat.

“Masyarakat bisa membuat sanitasi dan air bersih sendiri dengan dukungan pemerintah,” katanya.

Bambang berharap City Sanitation Summit bisa menjadi ajang bertukar pengalaman bagi pemerintah daerah dalam membangun sarana sanitasi dan air bersih.

Menuurut Bambang,  capaian akses sanitasi layak di Indonesoa pada  2018 adalah 74,58%, termasuk akses aman 7,42%, peningkatan akses terhadap sanitasi layak rata-rata sebesar 1,4% per tahun.

“Sedangkan untuk penurunan tingkat praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka rata-rata sebesar 1,2 persen per tahun,” kata dia.

Menurut Bambang, sanitasi yang buruk bisa menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp67 triliun (2,3 PDB) berdasarkan Economic Impact of Sanitation in South East Asia, November 2007.

“Ada korelasi angka terhadap penyebab Stunting, IPM dan ekonomi negara jika sanitasi buruk. Sanitasi yang buruk di Indonesia akan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp67 triliun,” jelas Bambang

City Sanitation Summit (CSS) AKKOPSI ke-XIX itu diikuti kepala daerah kabupaten/kota serta lembaga yang konsen terhadap sanitasi dan lingkungan seperti SNV Indonesia, Usaid, Mitra Bentala dan YKWS dari Lampung serta PKBI dan LP2M Sumatera Barat.

Menurut Direktur Mitra Bentala, Mashabi peserta dari Lampung yang hadir Kabupaten Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Waykanan, Pesawaran, kabupaten-kabupen yang konsen mewujudkan sanitasi yang sehat dan aman dan tidak ada lagi masyarakat berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kabupaten yang hadir di acara itu daerah yang konsen untuk membuat sanitasi yang sehat seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pusat yang tercantum dalam RPJMN 2019 -2024 rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak 90 persen (termasuk 20 persen aman) dan 0 persen Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka. Dan untuk mewujudkannya tentu harus masuk di prioritas perencanaan masing-masing daerah,” katanya.

Di acara tersebut sebagai tempat sharing/berbagi pengalaman antar kepala daerah kabupaten kota yang telah menerapkan sanitasi yang baik di daerahnya.

“Selain dijadikan sharing antar kepala daerah, City Sanitation Summit (CSS) AKKOPSI ke-XIX juga memberikan penghargaan-penghargaan untuk kabupaten dan kota yang melakukan inovasi dalam mewujudkan sanitasi yang baik. Di acara itu juga menetapkan CSS tahun depan akan dilakasanakan di Kabupaten Tanggerang,”katanya.

Tempo /Dandy Ibrahim

Loading...