Beranda Hukum Kriminal Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 65 Ribu Benih Lobster Senilai Rp 13 Miliar...

Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 65 Ribu Benih Lobster Senilai Rp 13 Miliar di Pelabuhan Bakauheni

722
BERBAGI
Barang hasil sitaan dan para pelaku pengiriman bibit lobster ilegal yang diamankan dia kantor Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Lampung di Jalan Soekarno Hatta, Campang Raya, Sukabumi, Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas gabungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Keamanan Hasil Perikanan Lampung menggagalkan penyelundupan 65 ribu bibit lobster asal Sukabumi yang akan dikirimkan ke Palembang melalui Pelabuhan Bakauheni, pada Senin dinihari (29/5/2017) sekitar pukul 01.00 WIB.

Selain mengamankan 65 ribu bibit lobster senilai Rp 13 miliar, petugas juga menangkap tujuh orang pelaku. Mereka adalah FSL (koordinator), WYD, BD, YHD, RD (pekerja benih lobster), AS (pekerja benih lobster dan koordinator gudang), RR (sopir), BHR, dan ND (pemilik gudang).

Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Keamanan Hasil Perikanan Lampung, Suardi, mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan ribuan bibit lobster tersebut berdasar hasil penyelidikan petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Dit Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Pipit Rismanto.

“Dalam penyelidikan tersebut, petugas menemukan 65 ribu ekor benih lobster asal Sukabumi, yang baru saja sampai di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan,”ujarnya saat menggelar ekspos di kantornya di Jalan Soekarno-Hatta, Campangraya, Sukabumi, Senin (29/5/2017).

Dari penangkapan itu, petugas menyita beberapa barang bukti lainnya berupa, 13 styrofoam, 9 plastik hitam, 240 kantung plastik bening, 12 galon berisi air laut, dan galon kosong, uang tunai Rp 2 juta, satu unit ponsel dan satu unit mobil Isuzu Elf.

“Benih lobster tersebut dikemas dengan kotak sterofom dan diangkut mobil travel Isuzu Elf. Rencananya, akan dikirimkan ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan,”ungkapnya.

Dari pengungkapan tersebut, kata Suardi, dilakukan pengembangan dan petugas mendapati sebuah gudang yang disinyalir, sebagai tempat transit penyimpanan dan pengiriman bibit lobster ilegal di Bandarjaya, Lampung Tengah.

“Dari gudang itu, kami menangkap tujuh orang pelaku serta menyita beberapa barang bukti,”paparnya.

Barang bukti yang disita berupa 37 ekor benih lobster, 31 buah styrofoam, tiga buah tabung gas elpiji, dua buah pompa air, dua buah bak besar, tiga rol aluminium foil, 100 buah toples, satu buah mesin Alkon, tiga buah jerigen, satu unit kulkas, 10 unit ponsel dan lainnya.

Suardi mengutarakan, dari keterangan pelaku, bahwa mereka baru melakukan pengiriman benih lobster tersebut menggunakan mobil pikap dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi tersebut, kata Suardi, pihhaknya kemudian berkoordinasi dengan BKIPM wilayah Palembang.

Hasil pengadangan di Pelabuhan Palembang, petugas BPKIM Palembang mengamankan mobil pikap yang mengangkut benih lobster dan supir berinisial RR. Namun, saat dilakukan penggeledahan, benih lobster tersebut tidak ada.

“Saat digeledah, mobil itu kondisi kosong dan muatan benih lobster itu sudah dipindahkan pelaku ke kapal. Barang ilegal itu, akan dikirimkan ke Singapura melalui Batam,”terangnya.

Menurut Suardi, jual-beli benih lobster yang dilakukan para pelaku tersebut merupakan ilegal. Sebab, menurut aturan, benih lobster yang boleh diperdagangkan harus memiliki berat 200 gram dan ijin resmi.

“Para pelaku melanggar UU RI Nomor 31 Tahun 2004, Tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016,” katanya.

Loading...