Beranda Hukum Kriminal Baru Bebas, Residivis Jambret Ini Kembali Dibekuk Polisi

Baru Bebas, Residivis Jambret Ini Kembali Dibekuk Polisi

187
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono didampingi Kasubag Humas, AKP Titin Maezunah saat press reles hasil ungkap kasus residivis jambret.
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono didampingi Kasubag Humas, AKP Titin Maezunah saat press reles hasil ungkap kasus residivis jambret.

TERASLAMPUNG.COM — Apri (21), bandit kambuhan yang tinggal di Kelurahan Panjang Selatan, Bandarlampung yang belum lama menghirup udara bebas dari penjara terlibat kasus penjambretan tahun 2016 lalu, harus kembali mendekam di jeruji besi setelah berhasil dibekuk dan dihadiahi timah panas oleh Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, Senin malam 24 september 2018 lalu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, tersangka Apri terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan dikaki karena berusaha kabur dan melawan petugas saat akan ditangkap tidak jauh dari rumahnya di daerah Panjang, Senin malam 24 september 2018.

“Tersangka dilumpuhkan, karena berupaya melawan petugas dan membahayakan, maka dilakukan tindakan tegas dan terukur. Dari tangan tersangka, disita satu unit sepeda motor dan senjata tajam pisau,”ujarnya, Rabu 26 September 2018.

Dikatakannya, tersangka Apri merupakan spesialis jambret yang sudah menjadi DPO selama ini. Aksi terakhir tersangka, menjambret tas milik korban Renita, warga Sukarame Minggu 5 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 21.00 WIB saat korban melintas di jalan Gatot Subroto, Garuntang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung.

“Tersangka Apri ini, seorang residivis dalam perkara yang sama pada tahun 2016 lalu dan divonis 2 tahun penjara. Tersangka belum lama keluar dari penjara sekitar delapan bulan, yakni pada Januari 2018 lalu,”ungkapnya.

Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengutarakan, berdasarkan catatan kepolisian, ada 10 TKP aksi penjambretan yang dilakukan tersangka bersama rekannya yang identitasnya sudah diketahui dan saat ini masih dalam pencarian. Aksi penjambretan tersangka, diantaranya di wilayah Garuntang, Telukbetung Selatan dan Jalan Yos Sudarso, Panjang.

“Sasaran tersangka, mengincar pengendara motor wanita pada jam rawan saat malam pulang kerja atau kuliah. Modusnya, membuntuti korban lalu mempet korbannya. Tersangka menggunakan pisau untuk mengancam, dan tersangka tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan,”terangnya.

Sementara tersangka Apri mengatakan, dirinya nekat melakukan penjambret kembali, dengan alasan lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap selepas dirinya keluar dari penjara yang menjalani hukuman selama 2 tahun.

“Setelah keluar dari penjara itu, saya nggak punya kerjaan dan terpaksa saya menjambret lagi untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan keperluan saya lainnya,”ucapnya saat dihadapan petugas dan awak media di Mapolresta Badarlampung.

Menurutnya, barang yang dirampas dari para korbannya, seperti ponsel, uang dan apapun yang ada didalam isi tas korban. Kemudian, barang hasil curian tersebut ia jual secra online melalui media sosial (medos) facebook.

“Barang hasil curian itu, saya jual melalui grup facebook sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dan yang beli acak. Uangnya, saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan poya-poya beli minuman keras,”ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Apri untuk kali keduanya harus mendekam di jeruji besi Mapolresta Bandarlampung dan tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Loading...