Beranda News Nasional Basarnas Sudah Kumpulkan 138 Kantong Jenazah Korban Lion Air

Basarnas Sudah Kumpulkan 138 Kantong Jenazah Korban Lion Air

76
BERBAGI
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 melihat barang-barang penumpang yang berhasul ditemukan tim Basarnas dii Tanjung Priok, Jakarta, 31 Oktober 2018. Operasi pencarian korban Lion Air JT 610 pada hari ketiga diperluas hingga 15 nautical mile (NM) oleh Basarnas. REUTERS/Beawiharta
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 melihat barang-barang penumpang yang berhasul ditemukan tim Basarnas dii Tanjung Priok, Jakarta, 31 Oktober 2018. Operasi pencarian korban Lion Air JT 610 pada hari ketiga diperluas hingga 15 nautical mile (NM) oleh Basarnas. REUTERS/Beawiharta

TERASLAMPUNG.COM — Badan SAR Nasional kembali mengumpulkan 33 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Ahad, 4 November 2018 untuk dikirim ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto. Hingga hari ketujuh pencarian, total sudah 138 kantong jenazah.

“Sebanyak 33 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah ditemukan pada hari ketujuh pencarian,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Nugroho Budi dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 4 November 2018.

Nugroho mengatakan pengumpulan 33 kantong jenazah ini merupakan hasil yang signifikat dari pencarian hari-hari sebelumnya. Menurut dia, hal ini merupakan hasil dari diperluasnya area pencarian dari daerah pantai Tanjung Pakis.

Sebanyak 33 kantong jenazah tersebut, kata Nugroho, sudah diberi label dan dievakuasi ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto untuk diidentifikasi. Menurut dia, jumlah tersebut akan terus bertambah karena pencarian akan terus dilanjutkan sampai tiga hari ke depan.

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi, perpanjangan masa operasi tersebut merupakan hasil evaluasi dan masukan pasca tujuh hari proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 dilaksanakan.

Selain pencarian korban, kata Syaugi, tim gabungan masih mencari bagian Voice Cockpit Recorder (VCR) black box Lion Air JT 610. Sedangkan black box Flight Data Recorder (FDR) sudah ditemukan. “Kemarin sudah terdeteksi tapi sinyalnya lemah,” ujarnya.

TEMPO | TERAS.ID

Loading...