Beranda Hukum Kriminal Bawa 2,5 Ton Daging Celeng, Dua Warga Medan Ini Diberi Upah Rp...

Bawa 2,5 Ton Daging Celeng, Dua Warga Medan Ini Diberi Upah Rp 5 Juta

46
BERBAGI
Januardi (jaket merah) dan Sondang saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Minggu (21/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Sondang Sinaga (23) dan Januardi Silitonga (22), dua warga Medan, Sumatera Utara, yang ditangkap petugas di Pelabuhan Panjang karena membawa 2,5 ton daging celeng, mengaku dijanjikan diberi upah Rp 5 juta untuk membawa barang ilegal itu.

“Daging celeng sabanyak 2,5 ton yang saya bawa ini adalah milik seseorang berinisial PJ di Sumatera Selatan,”ucap Januardi di Mapolresta Bandarlampung, Minggu (21/5/2017).

Menurut Januardi  sebelum dirinya bertemu dengan PJ, sekitar tiga hari lalu mereka baru saja mengantarkan barang muatan yang dikirimkan ke daerah Pekanbaru, Riau.

Kemudian ia dan Sondang akan kembali menuju ke Pulau jawa. Namun mobil truk yang dikemudikannya, tanpa muatan.

“Di perjalanan, saya berhenti untuk istirahat di Rumah Makan Purba di Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan. Saat di rumah makan itulah, seseorang berinisial PJ ini menawarkan kepada kami untuk mengangkut daging celeng,”ungkapnya.

BACA: KSKP Panjang Gagalkan Penyelundupan 2,5 Ton Daging Celeng Ilegal

Sebagai upah membawa daging celeng tersebut, kata Januardi, PJ menjanjikan uang sebesar Rp 5 juta kepada kami berdua. Karena mobil yang dibawanya tidak ada muatan, ia mau menerima tawaran PJ untuk membawa daging celeng tersebut ke daerah Solo, Jawa Tengah.

“Tapi PJ baru memberikan uangnya Rp 2,5 juta sebagai uang muka, sisanya Rp 2,5 juta lagi akan diberikan setelah daging celeng ini sampai di tujuannya. Baru kali ini, kami mengangkut daging celeng,”terangnya. Sondang pun menimpalinya.

Menurut Januardi, yang menyusun 2,5 ton daging celeng tersebut, dengan tumpukan barang rongsokan kardus-kardus bekas diatasnya adalah PJ. Sementara ia dan Sondang, hanya menunggu saja di Rumah Makan.

“Jadi mobil itu dibawa sama PJ, lalu dia (PJ) yang menyusunnya. Setelah itu PJ membawa mobil itu ke Rumah Makan dan menyerahkannya ke saya lagi,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 6 huruf a dan c, Pasal 9 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) dan (2) UU No. 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tiga tahun dan denda Rp 150 juta.

Loading...