Beranda Hukum Narkoba Bawa Sabu 265,1 Gram dari Aceh, Rizal Mengaku Diupah Rp 10 Juta

Bawa Sabu 265,1 Gram dari Aceh, Rizal Mengaku Diupah Rp 10 Juta

582
BERBAGI
Rizal (kiri), kurir sabu-sabu asal Aceh, mempraktikkan cara menyembunyikan sabu-sabu agar lolos pemeriksan di bandara.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka Rizal Efendi (47), kurir sabu-sabu asal Aceh yang dicokok petugas BNNP Lampung pada Sabtu lalu (10/6/2017) karena membawa 265,1 gram, mengaku diberi upah Rp 10 juta untuk membawa barang haram itu dari Aceh ke Lampung.

“Untuk membawa tiga paket sabu-sabu itu ke Lampung, saya dapat upah dari DM sebesar Rp 10 juta dan juga dengan ongkos perjalanan,” kata Rizal, saat ekspos perkara di Kantor BNNP Lampung, Selasa (13/6/2017).

Residivis kasus narkoba 2014 ini mengakui, nekat menjadi kurir narkoba selepas keluar dari penjara karena butuh uang untuk membuka usaha warung di kampung halamannya.

Menurut pria yang bekerja sebagai nelayan ini, sabu-sabu itu ia bawa dengan tujuan Lampung dengan naik pesawat dari Bandara Kualanamu, Medan Sumatera Utara dan transit di Bandara Hang Nadim Batam.

Agar sampai dengan tujuan ke Lampung, saat transit di Batam, ia tetap berada dalam pesawat di Bandara Hang Nadim Batam dan kembali melanjutkan menuju ke Bandara Radin Intan II, Lampung.

“Agar tidak terdeksi petugas bandara, tiga paket sabu-sabu yang sudah saya pecah itu saya simpan pada kedua selangkangan lalu saya lakban hitam dan ditutupi dengan celana dalam,”ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa dirinya sudah tiga kali menyelundupkan sabu-sabu dari aceh atas perintah DM dengan berat yang sama dan cara yang sama yakni melalui Bandara. Sabu-sabu tersebut, ia kirimkan ke Jakarta dan Lampung.

“Tiga kali sabu yang saya kirimkan itu, dua kali saya kirimkan ke Jakarta dan satu kalinya di Lampung. Upah yang saya terima juga sama sebesar Rp 10 juta,”jelasnya.

Pada saat ia kirimkan sabu-sabu seberat 265,1 gram ke Lampung, dan menyerahkannya kepada temannya Ariyansah, akhirnya ia ditangkap oleh petugas BNN saat akan menginap di Hotel Majapahit depan Bandara Radin Intan II, Lampung Selatan.

Diketahui, Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, mengungkap peredaran sabu-sabu yang dikirimkan melalui bandara. Dari pengungkapan tersebut, petugas meringkus dua tersangka pengedar narkoba lintas Provinsi di tempat berbeda, Sabtu (10/6/2017) sore lalu.

Kedua tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Rizal Efendi alias Ijal (47), warga Desa Seuneubok Teupin, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Nangro Aceh Darusalam (NAD) dan Ariyansah alias Ari (26), warga Jalan Kelapa I, Kelurahan Kangkung Dalam, Telukbetung Selatan.

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat 265, 1 gram yang sudah dipecah menjadi tiga paket, dua unit ponsel, satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah BE 3212 BR dan satu buah tiket pesawat Batix Air tujuan Lampung, Jakarta, Kuala Namu, Medan.

Loading...