Beranda Hukum Kriminal Bawa Satu Truk Kayu Ilegal dari Hutan Register 39, Dua Warga Sumsel...

Bawa Satu Truk Kayu Ilegal dari Hutan Register 39, Dua Warga Sumsel Dibekuk Polisi

321
BERBAGI
Satu truk ayu sonokeling ilegal yang diduga hasil illegal logging di hutan Register 39 diamankan petugas Polres Tanggamus dan tim gabungan. Foto: Polres Tanggamus

TERASLAMPUNG.COM — Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus dan Polisi Kehutanan mengamankan dua warga Sumatera Selatan pengangkut kayu hasil illegal logging hutan lindung Register 39, di jalan lintas barat (Jalinbar) ruas Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kotaagung Timur, Kamis, 26 Desember 2019.

Dua pelaku tersebut adalah  sopir truk berinisial AI (24), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Blitang Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, dan kernet truk berinisial SU (49), warga Desa Sidodadi, Kabaupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan.

Kasatreskrim AKP Edi Qorinas, SH, mengatakan,

“Kedua pelaku ditangkap setelah tim gabungan mendapatkan informasi adanya truk pembawa kayu dari hutan Register 39. Pelaku ditangkap saat sedang membawa kayu sonokeling diduga hasil dari illegal logging pada pada Selasa 24 Desember 2019, pukul 04.30 WIB,” kata Kasatreskrim Polres Tanggamus, AKP Edi Qorinas,  Kamis (26/12/19).

AKP Edi Qorinas mengatakan, penangkapan dua pelaku tersebut setelah petugas mendapatkan informasi tentang adanya sebuah truk sedang merek Mitsubishi Canter nopol BG 8335 LY warna kuning memuat kayu di daerah blok 10, Register 39, berbatasan dengan Kecamatan Bandar Negeri Semong.

Kemudian aparat melakukan koordinasi yakni Tekab 308 dan Polhut untuk melakukan penangkapan.

“Strategi penangkapan dengan menggelar razia di Jalinbar ruas Pekon Batu Keramat. Itu dilakukan malam hari sampai dini hari. Saat itulah truk yang mengangkut kayu tersebut melintas. Kemudian setelah dicek ternyata benar, truk itu memuatan kayu jenis sonokeling. Kayu telah dibentuk jadi balok kaleng (balken) dengan jumlah total sekitar lima meter kubik,” katanya.

Ketika diperiksa, keduanya tidak bisa menujukkan bukti dokumen kayu tersebut. Sehingga dibawa ke Polres Tanggamus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penangkapan tersebut, tim gabungan mengamankan barang bukti satu unit truk, kayu jenis sonokeling bentuk balokan ukuran panjang dua meter lebih kurang lima kubik, dan empat ponsel berbagai merek milik pelaku.

AKP Edi Qorinas menjelaskan, kayu yang diangkut adalah pesanan dan akan dibawa ke luar Tanggamus. Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus ini baik terhadap pemesanan dan pelaku yang sediakan kayu hasil pencurian di hutan lindung.

Polisi menduga dua pembawa kayu ilegal bekerja untuk sebuah sindikat atau jaringan.

“Pasti ada yang menyuruh menuntun AI sehingga bisa mengambil kayu dari Reg 39. Dirinya diupah sebatas ongkos angkut lebih dari Rp 5 juta,” katanya.

Menurut AKP Edi Qorinas, pelaku akan dijerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf B, junto pasal 12 huruf E, dan atau pasal 88 ayat (1) huruf A, jo pasal 16 UU no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

AKP Edi Qorinas mengaku, pihaknya sudah mengetahui pelaku-pelaku illegal logging. Hanya saja perlu bukti untuk menjerat mereka, sehingga selama ini polisi tidak melepaskan mereka begitu saja, namun tetap dipantau.

“AI dia sudah pernah mengangkut kayu hasil illegal logging. Maka dirinya telah masuk target operasi. Kebetulan saat ini perbuatan itu diulangi lagi olehnya maka jadi alasan kuat polisi tangkap AI. Dia masuk target pengungkapan kasus kami. Sebab sebelumnya sudah pernah melakukan. Jadi AI sudah dua kali ini terlibat di kasus illegal logging,” katanya.

Polres Tanggamus

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaPlt Bupati Lampung Selatan Luncurkan Aplikasi Sedot WC
Artikel berikutnyaRugawa Tewas Disergap Buaya Saat Sedang Mencuci di Sungai
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya