Beranda Headline Bawa-bawa Masyarakat Lampung Terkait Laporan Rocky Gerung, Henry Yoso Tuai Kritik

Bawa-bawa Masyarakat Lampung Terkait Laporan Rocky Gerung, Henry Yoso Tuai Kritik

9417
BERBAGI
Henry Yosodingrat (Foto: tempo.co)

TERASLAMPUNG.COM — Politisi PDIP Henry Yosodingrat menuai kritik karena membawa-bawa masyarakat Lampung dalam pelaporan Rocky Gerung ke Mabes Polri. Politikus asal Lampung itu membawa-bawa nama Lampung usai laporannya ditolak oleh Bareskrim Mabes Polri, Senin, 9 Desember 2019.

Selain kritik dan cibiran lewat medsos, cara Henry mempolitisir masyarakat Lampung juga berpotensi masuk ke ranah hukum. Hal ini setelah ada warga Lampung bernama Gunawan Pharikesit berniat melaporkan Henry Yoso ke polisi.

“Saya berencana akan melaporkannya karena sebagai orang Lampung saya merasa dihina dan dilecehkan seakan orang Lampung itu tidak punya otak, main bacok saja,” kata Gunawa, seperti dilansir RMOLLampung, Selasa (10/12/2019).

Gunawan mengaku tidak main-main dengan niatnya. Menurutnya, orang Lampung tidak pantas menjadi komoditas yang justru membuat masyarakat Lampung seakan tidak mulia

“Orang Lampung itu bermartabat, bukan orang primitif yang main bacok,” katanya.

Di media sosial, kata-kata Henry yang menyebut orang Lampung bisa membacok Rocky Gerung juga menuai banyak kecaman.

“Orang Lampung itu tidak seperti yang dikatakan Henry Yoso, main bacok. Lagi pula, kenapa dia (Henry Yoso) mengatasnamakan masyarakat Lampung? Masyarakat Lampung yang mana yang marah dengan Rocky Gerung karena menilai Jokowi tidak paham Pancasila,” tulis Murtadho, warganet, di akun Facebook miliknya.

Sebelumnya Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menolak laporan politikus PDIP Henry Yosodiningrat terhadap Rocky Gerung. Henry mengaku kecewa karena laporannya tersebut tidak diterima.

“Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan rasa kecewa terhadap Polri karena tidak ada kepastian,” kata Henry di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 9 Desember 2019.

Politikus asal Lampung itu sebelumnya berniat melaporkan Rocky Gerung karena menganggap Presiden Jokowi tak memahami Pancasila. Ia kemudian menceritakan, awalnya anggota polisi yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menanyakan ihwal surat kuasa dari Presiden Joko Widodo selaku pribadi maupun presiden.

Henry pun lantas menjawab bahwa ia melapor atas nama pribadi dan mewakili rakyat Lampung yang diklaimnya kecewa dengan pernyataan Rocky Gerung.

“Rakyat Lampung kecewa, sedih, pedih melihat presidennya dicaci-maki, dikatakan tidak paham Pancasila. Saya khawatir Rocky Gerung dibacok sama orang Lampung,” kata dia.

Loading...