Beranda News Pilgub Lampung Bawaslu Terima Bukti Money Politics TSM Cagub-Cawagub Arinal-Nunik

Bawaslu Terima Bukti Money Politics TSM Cagub-Cawagub Arinal-Nunik

621
BERBAGI
Sidanng kasus dugaan money politics Pilgub Lampung di Kantor Gakumdu. Senin (9/7/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung telah menerima bukti-bukti pelanggaran Pilkada money politics secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM) oleh paslon nomor urut 3, Arinal Junaedi-Chusnunia (Nunik) dalam sidang yang digelar di Sentra Gakkumdu,Senin (9/07/18).

Dalam sidang yang diwarnai aksi unjuk rasa ribuan orang itu, kuasa hukum dari paslon nomor urut 1 dan 2, menyerahkan bukti-bukti money politics berupa uang dalam amplop, video, serta surat pernyataan ada money politics yang dilakukan oleh tim sukses dan tim kampanye pasangan Arinal-Nunik.

“Kami serahkan bukti-bukti tersebut kepada majelis pimpinan sidang,” kata kuasa hukum Herman-Sutono, Lenistan Nainggolan, usai persidangan.

Menurut Nainggolan, selain barang bukti, pihaknya mengajukan 35 orang saksi dari 9 kabupaten/kota yang akan memperkuat terjadinya money politics yang dilakukan paslon nomor urut 3, Arinal-Nunik sehingga mempengaruhi hasil Pilkada 27 Juni 2018.

“Kami juga serahkan pernyataan dari terlapor (tim sukses Arinal-Nunik, red), sebagai bukti tambahan yang menunjukkan pelanggaran politik uang itu dilakukan terstruktur, sistematis, dan masif,” jelas Nainggolan.

Bukti berupa video, menurut Lenistan diserahkan dalam bentuk file dalam flashdiks.

Sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB dipimpin ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah didampingi dua anggota Bawaslu Iskardo Panggar dan Adek Asy’ari. Sidang dibuka dengan mendengarkan jawaban dari terlapor, yakni kuasa hukum paslon Arinal-Nunik. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan bukti-bukti tambahan. Sidang akan dilanjutkan malam ini, pukul 19.00 WIB dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sidang yang diwarnai aksi unjuk rasa ribuan orang sehingga Jalan Jenderal Sudirman ditutup dari dua arah. Sidang itu juga dikawal sekitar 1.000 aparat kepolisian dibantu TNI.