Beranda Teras Berita Bawon, Penjual Balon Siap Jadi Anggota Dewan

Bawon, Penjual Balon Siap Jadi Anggota Dewan

221
BERBAGI

Mas Bowo/Teraslampung.Com

Sambil menjajakan balon, Bawon sosialisasikan dirinya sebagai Caleg  (ft Mas Bowo)

Lampung Tengah—Tak ada yang sulit di dunia ini, selagi kita memiliki mimpi. Banyak jalan menuju Roma, tapi hanya satu jalan bisa cepat sampai: yakni menundukkan rintangan.

Mungkin filosofi hidup seperti itu, yang diyakini Bawon. Penjual balon ini mencoba adu nasib dalam pesta demokrasi. Bawon meyakini, profesi sebagai penjual balon anak-anak bukan berarti tidak bisa mengkuti ajang kompetisi demokrasi di Indonesia ini.

Layaknya calon legislatif umumya, warga Sulusuban, Seputihagung, Lampung Tengah ini juga melakukan sosialisasi. Dengan berkeliling sambil menjual balon, dia menejelaskan kalau dirinya salah satu dari banyaknya politisi yang berlaga untuk duduk di kursi Dewan.

Bawon memang telah terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Lamteng di KPU setempat. Ia bertekad berjuang menyalurkan aspirasinya kepada masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Di KPU Lampung Tengah, nama Bawon tercatat sebagai caleg pada pemilu legislatif (pileg) 2014. Dengan bendera Partai NasDem bernomor urut 7, Daerah pilihan IV ia pun optimististis melangkah. “Doakan saja ya, semoga saya bisa membawa aspirasi dari masyarakat menengah ke bawah,” katanya, Rabu (2/4) petang.

Bawon juga tak muluk-muluk jika pada 9 April 2014, terpilih mewakili rakyat. Pertama yang dia prjuangkan melalui meja Dewan adalah kesejahteran, ketidakbodohan bagi masyarakat kelas menangah hingga ke bawah.

“Selain itu jalan-jalan yang rusak harus diperjuangkan agar mulus. Jalan mulus, ekonomi pasti bagus,” katanya lagi seperti mengutip jargon seorang politisi.

Tetapi, kata dia lagi, meski barangkali saya mengambis jargon orang, “Yang jelas saya sangat merasakan betul, bagaimana jalan rusak dan di mana saja jalan yang berlubang untuk Lampung Tengah ini,” katanya lagi.

Dengan modal sangat terbatas, tidak menyurutka langkah Bawon untuk duduk di kursi legislatif. Dengan modal yang sangat kecil, tentu saja Bawon tidak bisa bertemu dengan banyak kelompok warga calon pemilih. Namun, tantangan itu tetap dihadapi Bawon dengan optimisme.

“Kebanyakan masyarakat berasumsi bahwa seseorang untuk menjadi anggota Dewan harus memiliki uang banyak. Saya hanya penjual balon yang minim finansial. Finansial atau modal itulah yang jadi salah satu kendala yang harus saya hadapi, tetapi saya tetap yakin perjuangan ini akan berhasil sehingga saya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujarnya.

Meski begitu, katanya lagi, ia akan berjuang sekuat kemampuannya. Dia tetap melakukan sosialisasi, untuk memperkenalkan kepada warga bahwa dirinya maju sebagai calon anggota Dewan pada pemilu 9 April 2014. “Kalau masyarakat sudah mengenal, semoga akan timbul rasa sayang dan keinginan untuk memilih saya.”

Bawon berjanji jika kelak dia terpilih menjadi anggota Dewan akan tetap seperti Bawon sebelum menjadi anggota Dewan. Ia tidak akan melupakan orang-orang yang sudah  memilih dan memercayainya sebagai wakil rakyat.

“Ya, saya tidak akan seperti kata pepatah ‘kacang lupa akan kulimua;t. Meski saya tak bisa mengganti kepercayaan rakyat dengan uang, tapi saya tunjukkan dengan program pembangunan infrastruktur, kesejahteraan, dan kepedulian kepada pedagang kecil,” lanjut Bawon.

Bawon mengakui, profesinya hanya hanya  sebagai penjual balon membuatnya sedikit susah untuk ‘bertarung’ pada pemilu kali ini. Maklum saja, dana yang dia miliki sangat terbatas “Apalagi rakyat biasanya hanya melihat caleg itu punya duit. Kalau sepeti saya apa punya modal. Teapi saya tetap lanjut karena niat saya beribadah, jika Allah menghendaki saya untuk jadi dewan, tugas utama saya membantu rakyat yang kurang mampu,” ujarnya.

Saat ini dirinya belum memikirkan menang atau kalah. “Penentuannya nanti, setelah 9 April 2014. Sekarang ini intinya saya berjuang untuk memperoleh posisi baik di masyarakat, supaya profesi saya tidak dipandang rendah,” ucapnya.

Dari warga sekitar dan teman–teman sesama pedagang sangat mendukung langkah yang dilakukan laki- aki yang berprofesi sebagai penjual balon sejak sepuluh tahun lalu ini. Mereka mendukung.

“Saya dan kawan-kawan pedagang di sini, mendukung Bawon dan mendoakan supaya dia mendapatkan suara yang cukup dan bisa duduk di gedung Dewan. Kami berharap, saat menjadi wakil rakyat ia bisa memperjuangkan nasib rakyat kecil,” kata seorang peedagang buah yang enggan namanya ditulis.(Editor: Isbedy Stiawan ZS)

 

Loading...