Beranda Hukum Narkoba BB 5 Kg Sabu dan 5.100 Pil Ekstasi Disita, Ini Pengakuan Oknum...

BB 5 Kg Sabu dan 5.100 Pil Ekstasi Disita, Ini Pengakuan Oknum Polisi dan Sipir Lapas Kalianda soal Bisnis Narkoba

923
BERBAGI
Tersangka jaringan pengedar narkoba yang diamankan BNNP Lampung, Marzuli YS (38) seorang napi pecatan anggota polisi terkait kasus narkoba (kiri), Brigadir Adi Setiawan (36) anggota polisi Polres Lampung Selatan (tengah) dan Rechal Oksa Hariz oknum Sipir Lapas Kalianda (kanan).
Tersangka jaringan pengedar narkoba yang diamankan BNNP Lampung, Marzuli YS (38) seorang napi pecatan anggota polisi terkait kasus narkoba (kiri), Brigadir Adi Setiawan (36) anggota polisi Polres Lampung Selatan (tengah) dan Rechal Oksa Hariz oknum Sipir Lapas Kalianda (kanan).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka oknum anggota Polisi Polres Lampung Selatan, Brigadir Adi Setiawan (36) dan oknum sipir Lapas Kalianda, Rechal Oksa Hariz, yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung pada Minggu lalu (6/5/2018) mengaku memiliki peran berbeda terkait bisnis narkoba yang dikendalikan oleh Marzuli YS (38), napi Lapas Kalianda.

Brigadir Adi Setiawan mengaku, dalam peredaran narkoba tersebut dirinya bertugas untuk menjemput barang haram tersebut dari Aceh saat tiba di Lampung yang dibawa oleh Hendri Winata (28). Wendri tewas ditempat petugas BNNP saat penangkapan.

Menurut Brigadir Adi Setiawan, dirinya yang menyerahkan barang haram tersebut kepada petugas sipir Lapas Kalianda, Rechal Oksa Hariz, untuk diberikan kepada Marzuli YS.

“Barang dari Aceh saya yang jemput di rumah makan. Kemudian saya antarkan ke Lapas. Saya menyerahkannya di parkiran lapas. Setelah itu, barulah saya hubungi sipir,” kata Adi, saat ekspos kasus di kantor BNNP Lampung, Selasa 8 Mei 2018.

Menurutnya, saat mengambil dan menyerahkan narkoba tersebut, dirinya tidak mengenakan seragam polisi.

Adi juga mengaku, baru sekitar dua bulan ikut terlibat dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh Napi Marzuli YS.

Saat ditanya mendapat upah berapa untuk mengantarkan barang haram tersebut, Brigadir Adi Setiawan enggan memberi tahu.

“Ada upahnya, tanya saja sama Marzuli,”katanya, sembari menahan sakit dikaki akibat luka tembakan.

Sementara Marzuli, mantan anggota polisi yang kini jadi napi di Lapas Kalianda, saat ditanya mengenai pengendalian narkoba dari dalam lapas, juga bungkam.

Ia juga tidak mau menjawab saat ditanya  berapa lama mengendalikan barang haram tersebut dan  berapa keuntungan yang didapatkannya.

Sementara Rechal Oksa Hariz mengatakan, dirinya hanya diminta tolong oleh tersangka Marzuli. Ia mengaku pernah menerima upah Rp 100 juta dari Marzuli.

Rechal tidak membantah saat ditanya apakah benar dia setiap minggunya mendapatkan uang upeti dari oknum sipir sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta,

Namun saat ditanya apakah ada keterlibatan oknum sipir lainnya dalam peredaran narkoba tersebut, Rechal memilih diam.

“Sebelum saya ditangkap petugas BNNP, saat itu saya itu lagi tidur lalu saya dihubungi oleh Adi dan diminta untuk memasukkan narkoba ke dalam Lapas Kalianda tempat saya bertugas. Narkoba itu saya serahkan ke Marzuli. Saya kenal Marzuli dan Adi, ya saat di Lapas Kalianda itulah,” kata pria yang bekerja sebagai sipir sejak tahun 2009 itu.

Sebelumnya Teraslampung.com memberitakab,petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menangkap empat tersangka jaringan besar bandar narkoba saat akan bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Home Stay Green Lubuk Jalan Raya Lintas Sumatera, Lampung Selatan, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 12.30 WIB.

Empat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Hendri Winata (28) sebagai bandar narkoba warga Dusun I Marga Agung, Lampung Selatan, Brigadir Adi Setiawan (36) oknum anggota polisi Polres Lampung Selatan, Rechal Oksa Hariz oknum Sipir Lapas Kalianda dan Marzuli YS (38) seorang napi yang merupakan pecatan anggota polisi terkait kasus serupa (narkoba).

Dalam penangkapan itu, petugas BNNP Lampung melumpuhkan para tersangka dengan tembakan di kaki. Sementara Satu orang tersangka, Hendri Winata (pengedar dan juga kurir) tewas saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, Bandarlampung.

Dari penangkapan keempat tersangka, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram yang sudah dipecah menjadi beberapa paket, lalu 5.100 butir pil ekstasi. Selain itu juga, disita uang tunai hasil penjualan narkoba sebesar Rp 49,5 juta, dua unit mobil, dua unit sepeda motor, satu buah timbangan digital, puluhan unit ponsel serta barang bukti lainnya.