Beranda News Bandarlampung BBPOM Bandarlampung Sita Makanan Impor Tanpa Izin Edar

BBPOM Bandarlampung Sita Makanan Impor Tanpa Izin Edar

171
BERBAGI
Makanan tanpa izin edar disita oleh tim gabungan BBPOM,Dinas Kesehatan, dan Diskoperindag, di Bandarlampung, Senin (13/6).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung menyita sejumlah produk makanan impor tanpa izin edar, Senin (13/6).

Produk makanan tersebut ditemukan saat BBPOM bersama Dinas Kesehatan Lamapung, Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Lampung, dan Diskoperindag melakukan inspekdi mendadak di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandarlampung, Senin (13/6/2016).

“Produk makanan tersebut selanjutnya dibawa untuk dilakukan uji lab di BBPOM. Kepastian layak atau tidaknya, dapat diketahui setelah uji lab. Jika memang terbukti tidak layak, kami melarang peredarannya dan pihak pemasok (suplier) tidak boleh menjual produknya kembali,” kata Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Bandarlampung, Firdaus.

Menurut Firdaus, sidak dilakukan untuk  mengantisipasi peredaran makanan tanpa izin edar dan kadaluwarsa penggunaannya.

Tim gabungan tersebut mendatangi tiga pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bandarlampung. Di antaranya adalah Hypermart di Jalan Radin Intan, Tanjungkarang Pusat; Supermarket Gelael di Jalan Jenderal Sudirman, dan toko grosir bahan kue Aladin Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Enggal, Bandarlampung.

Dalam sidak tersebut, petugas gabungan melakukan pengecekan tanggal kedaluwarsa dari produk makanan yang dijual, lalu kondisi kemasannya dan komposisi bahan makanan yang digunakan. Dalam pengecekan tersebut, jika ditemukan adanya produk makanan yang tidak layak, maka produk makananannya dipisahkan.

Firdaus menuturkan, dari sidak yang dilakukan pihaknya di tiga tempat pusat perbelanjaan tersebut, tidak ditemukan adanya produk makanan kedaluwarsa dan penggunaan bahan kimia.

“Pelanggaran yang ditemukan masih tergolong ringan, seperti kemasan yang sudah rusak dan kode makanan menggunakan aturan yang lama,”ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut patut disyukuri, mengingat dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya di Lapangan Merah Enggal, Bandarlampung, beberapa hari lalu, ditemukan adanya takjil yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B dan mie berformalin.

Menurut Firdaus, pusat perbelanjaan seperti supermarket,
potensi pelanggarannya rendah. Dikarenakan, standar keamanan makanan yang dilakukannya ketat.

“”Penggunaan bahan kimi berbahaya, banyak ditemukan di tempat industri makanan rumahan. Kami akan segera tiindaklanjuti melakukan sidak ke pasar tradisional,”katanya.