Bea Cukai Bandarlampung Musnahkan ‘Sex Toys’, Pistol, dan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 496 juta

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Pemusnahan barang impor ilegal, Rabu (28/10)..

BANDARLAMPUNG-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP)Bandarlampung, memusnahkan barang-barang impor ilegal hasil sitaan senilai Rp 496 juta dari 16 item di PT. Fortune Abadi Auctionindo di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja,
Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (28/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP) Bandarlampung, Beni Novri mengatakan, semua barang bukti yang dimusnahkan ini sebanyak 16 item merupakan hasil dari penindakan barang-barang impor ilegal, kiriman Pos Internasional dan operasi cukai KPPBC TMP B Bandarlampung pada Tahun 2013 hingga 2015.

“Barang hasil sitaan ini, ditindak karena importasi atau peredarannya melanggar serta tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dari 16 item, total barang yang dimusnahkan senilai Rp 496 juta,”kata Beni kepada wartawan, Rabu (28/10).

Beni mengutarakan, jika barang ini sampai terjual ke pasaran, maka negara akan berpotensi mengalami kerugian senilai Rp112 juta. Selian kerugian negara, jika barang impor ilegal ini sampai beredar ke masyarakat, maka akan membahayakan bagi kesehatan konsumen yang menggunakan produk impor ilegal berbahan kimia, serta menimbulkan ancaman keamanan.

“Sejumlah produk ini membahayakan masyarakat, terutama untuk anak-anak. Sebab ada mainan yang dijual mengandung zat berbahaya, hal itu dibuktikan berdasarkan hasil pemeriksaan BPPOM
Bandarlampung,”terangnya.

Bukan hanya itu, lanjut Beni, ada juga sejumlah produk ilegal lainnya yang juga mengancam keamanan masyarakat. Salah satunya adalah, airsoft gun dan part of pistol.

“Ada juga barang yang kami lelang, seperti velg mobil, knalpot dan aksesoris kendaraan lainnya. Dari hasil lelang, anggarannya kita masukkan ke kas negara,”ujarnya.

Sementara barang yang tidak bisa dilakukan lelang, tentunya dimusnahkan dengan cara digilas, dibakar dan dilarutkan sehingga rusak dan sifat hakiki dari barang tersebut hilang.

Barang impor ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar.

Ketentuan yang dilanggar dengan barang-barang tersebut adalah, UU No 17 tahun 2006 tentang kepabean; UU No 39 Tahun 2007 tentang cukai; UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi; Permendag No 43/M-DAG/PER/9/2009 Jo 54/M-DAG/PER/8/2012 tentang Pengadaan, Pengedaran, Penjualan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Peraturan BPOM RI No 27 Tahun 2013 tentang pengawasan pemasukan obat dan makanan ke wilayah Indonesia, PP RI No 15 Tahun 2002 tentang karantina ikan dan Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga.

Barang ilegal yang dimusnahkan merupakan barang tidak layak dipakai atau berbahaya bagi masyarakat diantaranya, rokok sigaret kretek mesin merk “567” sebanyak 25,4 ribu batang, minuman keras impor jenis soju sebanyak 20 botol, airsoft gun dan part of pistol sebanyak enam pcs, sex toys dan disc video porno enam pcs, parfum produk kosmetik sebanyak 3,3 ribu botol, toys bentuk mobil dan robot 4,4 pcs, obat-obatan sebanyak 23 strip, beras sebanyak 20 bags atau 22,6
kilogram.

Barang bukti lainnya, seperti trisodium phosphate dan sodium hydroxide
300 gram, makanan dan barang rumah tangga 32 pcs, hand gel sanitizer 5
ribu pcs, masker penutup wajah 4,9 ribu pcs, pakai ikan dan kura-kura
22,4 botol kaleng, Tape dari kain 50 pcs, aquabasis untuk ikan isi
lima kilogram sebanyak 263 karton@bags atau 1,0 ribu bags.