Beranda Hukum Bea Cukai Lampung Musnahkan 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 500...

Bea Cukai Lampung Musnahkan 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 500 Juta

273
BERBAGI
Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Bandarlampung. memusnahkan 3,5 juta batang rokok ilegal dan lainnya di tempat penimbunan pabean PT Fortune Auctionindo Abadi (PT. FAA) Jalan Yos Sudarso, Bandarlampung, Jumat 10 Agustus 2018.
Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Bandarlampung. memusnahkan 3,5 juta batang rokok ilegal dan lainnya di tempat penimbunan pabean PT Fortune Auctionindo Abadi (PT. FAA) Jalan Yos Sudarso, Bandarlampung, Jumat 10 Agustus 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memusnahkan barang hasil penindakan sebanyak 3,5 juta batang rokok ilegal di tempat penimbunan pabean PT Fortune Auctionindo Abadi (PT. FAA) di Jalan Yos Sudarso, Bandarlampung, Jumat 10 Agustus 2018.

Selain itu juga, turut dimusnahkan sebanyak 288 bal pakaian bekas dan 34 roll tekstil berupa karpet dan 1.100 buah mainan anak-anak yang tidak memiliki izin impor dari Kementerian Perdagangan.

Semua barang bukti yang musnahkan dengan cara dibakar tersebut, merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Bandarlampung.

Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJB) Sumatera Bagian Barat, Yusmariza mengatakan, sejumlah barang ilegal dan tanpa izin edar hasil sitaan tersebut senilai Rp 1,294 miliar. Barang yang dimusnahkan ini, merupakan hasil penindakan KPPBC Tipe Madya Pabean B Bandarlampung selama semester ke II tahun 2017 lalu.

“Barang yang dimusnahkan, paling banyak rokok ada sekitar 3,5 juta batang dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah senilai Rp 500 juta,”ujarnya, Jumat 10 Agustus 2018.

Selain itu, kata Yusmariza, terdpat 288 bal pakaian bekas dan 34 roll tekstil berupa karpet yang tidak memiliki periizin impor dengan potensi kerugian negara senilai Rp 203,7 juta. Kemudian ada sekitar 1.100 buah mainan anak-anak seperti Pokemon atau Military Toys, barang berupa mainan tersebut tidaklah memiliki izin impor.

“Jadi bukan hanya penindakan ataupun dipandang dari nilainya saja, tapi harus dilihat dari efeknya jika barang yang tidak memiliki izin edar tersebut beredar di pasaran. Karena berbahaya dan bisa mengganggu kesehatan bagi masyarakat, merusak moral dan juga lainnya,”ungkapnya.

karena berbagai penyakit, mengandung zat-sat lainnya dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakannya, semua barang ilegal tanpa izin edar dan tidak dilengkapi cukai hasil penindakan yang dimusnahkan tersebut, dilakukan diseluruh Kepabean bekerjasama dengan berbagai instansi.

Loading...