Beranda News Internasional Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Ditutup Lagi karena Lonjakan...

Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Corona

211
BERBAGI
Ruang kelas di Korea Selatan kembali sepi, tanpa murid setelah pemerintah memutuskan sekolah harus ditutup lagi. Foto: Getty Images via BBC
Ruang kelas di Korea Selatan kembali sepi, tanpa murid setelah pemerintah memutuskan sekolah harus ditutup lagi. Foto: Getty Images via BBC

TERASLAMPUNG.COM — Ratusan sekolah di Korea Selatan terpaksa ditutup hanya beberapa hari setelah dibuka kembali, karena ada lonjakan kasus virus corona.

Pada Rabu (27/05), lebih dari 800 sekolah kembali dibuka dan pemerintah meminta perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan.

Namun hanya sehari kemudian, ada 79 kasus baru Covid-19, penambahan harian terbesar dalam dua bulan.

Dilaporkan kasus-kasus baru tersebut antara lain terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.

Lebih dari 100 kasus baru Covid-19 muncul terkait kelab malam Seoul, setelah Korsel catat ‘penularan lokal nihil’
Langgar aturan karantina, warga Korea Selatan dipenjara empat bulan

Ruang kelas di Korea Selatan kembali sepi, tanpa murid setelah pemerintah memutuskan sekolah harus ditutup lagi.

Sekarang, pihak berwenang meminta warga untuk menghindari kerumunan, sementara taman dan museum ditutup.

Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Tidak pernah ada karantina wilayah di Korea Selatan – sebaliknya negara ini mengandalkan pelacakan agresif dan langkah-langkah pengujian.

Sebagian besar dari langkah pembatasan sosial di negara ini besifat sukarela, namun pesan yang disampaikan kepada publik tentang langkah itu sangat emosional.

Pesannya adalah mematuhi langkah-langkah ini agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dan menghentikan gangguan pada pendidikan mereka.

Permohonan itu berhasil di masa lalu. Pejabat kesehatan berharap itu berfungsi sekali lagi.

BBC

Loading...