Beda dengan di PDIP, pada Rakernas PAN Presiden Jokowi Diberi Tempat Terhormat

Jokowi di Rakernas PAN
  Presiden Joko Widodo dsambut Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan pada Rakernas PAN di Balai Sudirman, Jakarta,Rabu (6/5). Pada acara tersebut Presiden Jokowi diberi kesempatan memberikan sambutan. Pemberian sambutan oleh Presiden menjadi hal yang jamak dilakukan pada acara-acara penting partai di Indonesia jika Presiden diundang pada acara tersebut. (Foto: dok Kompas).
Bagikan/Suka/Tweet:

JAKARTA, Teraslampung.com — Berbeda dengan acara Kongres Nasional PDII di Bali beberapa waktu lalu yang menempatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti seorang pecundang dan ‘sekadar petugas partai’, pada acara Rakernas PAN di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/5), Jokowi diberi tempat terhotmat layaknya seorang presiden. Jokowi juga diberi kesempatan  memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi  tampak lebih santai, Ia sempat mengungkapkan pertemuannya dengan petinggi Koalisi Merah-Putih (KMP yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang dilakukan di Istana Bogor, beberapa waktu lalu.

“Pak, 2019 nanti nyalon (Presiden) lagi, enggak Pak? Saya kalau nanya memang blak-blakan seperti itu,” ungkap Jokowi dalam sambutannya, Rabu (6/5/2015).

“Pak Prabowo jawabnya, ‘ya nanti kalau saya maju lagi berarti kita tarung lagi, Pak Jokowi’,” bebernya menirukan jawaban Prabowo.

Jokowi juga menyampaikan kebahagiannya, lantaran pelantikan dan rakernas PAN menjadi wadah tempat berkumpulnya elite politik dari KMP dan KIH (Koalisi Indonesia Hebat).

“Pada hari ini kita sangat berbahagia, KMP dan KIH semuanya hadir bersama di dalam rakernas PAN,” lanjut Jokowi.

“Ini yang namanya kebersamaan. Ini yang namanya kerukunan. Ini yang namanya persatuan. Jangan harap kita bisa bersaing dengan negara lain, kalau kita tidak bersatu,” kata Jokowi.

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan.

Politikus asal Lampung Selatan itu mengaku sangat bahagia karena dalam pelantikan partainya dihadiri para elite politik dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).

“Inilah bukti dari kenegarawanan dari para politikus KIH dan KMP yang menjadikan kepentingan rakyat di atas semua golongan. Mengutip lagunya Iwan Fals, kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Kehadiran para tokoh ini tetap mengutamakan silaturahim, meskipun berbeda haluan politik,” kata Zulkifli.

Bambang Satriaji