Beranda News Kesehatan Beda dengan SARS, Ini Penjelasan Ahli tentang Virus Corona

Beda dengan SARS, Ini Penjelasan Ahli tentang Virus Corona

662
BERBAGI
Petugas media menolong seorang pria yang tiba-tiba terjatuh di jalan di wilayah Suizhou, China. Pria itu diduga terserang virus corona. Sumber: Instagram Voice of Hong Kong

TERASLAMPUNG.COM — Virus corona yang menyebar di Wuhan, Cihna, telah menggemparkan dunia. Bukan hanya di China, wabah virus corona kini juga melanda wilayah negar-negara di Asia lain seperti Thailand, Vietnam, Hong Kong, Singapura, bahkan Indonesia.

Para ahli kesehatan pun sering menghubungkan virus corona dengan SARS (Sindrom Pernapasan Akut Berat). Padahal, meski hampir sama, hal tersebut tidak sepenuhnya setara. Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih, pun menjelaskan perbedaan utamanya.

Pertama, ia membandingkan dari segi tingkat kefatalan. Daeng menjelaskan seseorang yang terinfeksi SARS akan lebih berisiko untuk meninggal. Sebaliknya, virus corona risikonya lebih rendah.

“Corona hanya sekitar 5 persen. Berbeda dengan SARS yang bisa mengakibatkan kematian lebih dari 60 persen,” katanya saat ditemui usai Media Briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia di Jakarta pada Jumat, 24 Januari 2020.

Daeng juga mengatakan penyebab kematian keduanya berbeda, dalam artian SARS bisa meninggal karena penyakit tunggal. Sedangkan virus corona hanya mematikan jika seseorang memiliki riwayat penyakit lain.

“Kematian tidak dapat dikaitkan langsung dengan virus ini karena diduga meninggalnya justru karena komorbid atau penyakit penyerta yang sudah ada di pasien, misalnya diabetes atau lupus,” katanya.

Untuk itu, Daeng pun mengingatkan agar masyarakat tidak kalut dalam menanggapi virus corona. Terlebih, penyakit ini bisa diminimalkan risikonya jika mengusung pola hidup sehat.

“Usahakan selalu cuci tangan, pakai masker kesehatan, dan makan yang bergizi agar imunitas tubuh tinggi dan bisa menangkal semua virus penyebab penyakit, termasuk corona,” katanya.

Tempo

Loading...