Beranda Teras Berita Beda Kolesterol dengan Trigliseride

Beda Kolesterol dengan Trigliseride

787
BERBAGI
Lemak yang kita konsumsi harian beraneka jenis. Dari gorengan, sumber hewani, maupun sumber nabati. Jangan lupa, banyak mengonsumsi karbohidrat juga diubah jadi lemak dalam tubuh.
Lemak sendiri ada lemak baik, ada lemak buruk. Keduanya dibutuhkan tubuh untuk pembakaran, selain membentuk bantalan lemak di bawah kulit. Namun bila berlebihan, termasuk lemak yang baik sekalipun, itu yang menjadi petaka. Kadarnya dalam darah akan lebih dari normal.
Dalam menu harian kita ada lemak jenuh, lemak tidak jenuh, selain gugus kolesterol.Semua sama dibutuhkan dalam takaran terbatas. Lemak jenuh harus sangat dibatasi. Lemak tidak jenuh yang lebih menyehatkan, boleh lebih bebas dikonsumsi asal tidak berlebihan. Begitu pula dengan menu berkolesterol. Tubuh membutuhkan kolesterol sebagaimana umumnya butuh semua lemak. Kolesterol untuk pembentukan hormon selain pelapis sel. Untuk itu, tubuh sendiri memproduksi kolesterol.
Berbeda dengan lemak jenuh yang bisa terkandung dalam sumber lemak hewani maupun nabati, kolesterol hanya ada di sumber lemak hewani. Kacang, santan, dan semua yang berasal dari nabati tidak mengandung kolesterol. 

Kolesterol banyak ditemukan di otak, dan jeroan. Maka batasi asupan usus, babat, ati, ampela, limpa, ginjal, dan terbanyak dalam otak.
Kadar lemak dalam darah kita sebut lipid. Dalam lipid terkandung trigliseride dan kolesterol, serta gugus-gugus pecahannya. Orang yang kadar lemak dalam darahnya lebih dari normal bisa sebab turunan, bisa juga sebab didapat. Yang turunan, bisa hanya trigliseride, atau hanya kolesterolnya saja yang tinggi, atau bisa juga keduanya.
Lipid darah yang terus tinggi dalam darah itu yang lama-kelamaan akan membentuk “karat lemak” atau plaque pada dinding pembuluh darah tubuh, khususnya di pembuluh darah jantung koroner selain otak. Prosesnya pembentukannya puluhan tahun. Setiap tahun penebalan karat lemak bertambah 2 persen. 
Kalau sejak remaja sudah mulai terbentuk karat lemak akibat pola makan banyak lemak (diet kebarat-baratan), maka dalam 20 tahun saya sudah separuh penampang pembuluh darah tersumbat karat lemak. Itu maka kenapa sekarang serangan jantung menyerang usia lebih muda. Sumbatan lemak sudah terjadi pada usia kanak-kanak bila menunya kebarat-baratan.
Obat antilemak ada jenis yang menurunkan kolesterol lebih kuat, ada yang menurunkan trigliseride yang lebih kuat. Pilihannya disesuaikan mana yang lebih tinggi lipidnya. 

Selain obat, tentu perlu pantang lemak dan nasi berlebihan, selain berat badan dibuat ideal, dan rutin berolahraga untuk mengendalikan agar lemak dalam darah terjaga normal. Hanya dengan cara itu serangan jantung koroner, dan atau stroke bisa kita gagalkan. Tentu, untuk terjadi serangan jantung dan stroke ada faktor lain yang perlu dikendalikan, sebut saja, hipertensi, kencing manis, asa urat, rokok, kegemukan, punya turunan stroke dan jantung, dan jangan lupa faktor stres.
Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL
Loading...