Beranda Hukum Kriminal Begal di Bunga Mayang: Sepeda Motor Dirampas, Korban Ditembak

Begal di Bunga Mayang: Sepeda Motor Dirampas, Korban Ditembak

1246
BERBAGI

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi – Sempat reda beberapa saat, aksi kawanan begal kembali mengganas di Lampung Utara. Kali ini korbannya adalah Ari Suhendar, remaja 17 tahun yang jadi korban keganasan begal di  Kilometer 13 Jalan 30 Bunga Mayang, Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Aksi kawanan perampok itu membuat Ari harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

Ari roboh bersimbah darah ditembus peluru yang dimuntahkan pelaku di bagian paha kirinya dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Handayani, Kotabumi. Hingga pukul 21.30 WIB, korban masih menjalani operasi guna mengangkat proyektil yang bersarang di paha kirinya.

Bastari‎ (54), orang tua korban menceritakan, kejadian nahas yang menimpa putra kesayangannya ini bermula saat anaknya berjumpa dengan Kusman (16) di depan pintu masuk Jalan 30 yang berada di areal perkebunan tebu PTPN VII Bunga Mayang. Karena jalannya searah, anaknya lalu menumpang kendaraan sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarai Kusman.

‎Tak dinyana, setibanya di lokasi kejadian, kendaraan yang mereka tunggangi ‎dicegat oleh keempat laki – laki tak dikenal yang belakangan diketahui ternyata para pelaku begal motor. Keempat kawanan peneror jalanan itu mengendarai sepeda motor Yamaha V-Xion dan satu unit sepeda motor jenis bebek.

“Pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya kepada Kusman dan anak saya,” kisah Bastari saat ditemui Rumah Sakit Handayani, sekitar pukul 21.30 WIB.

Diduga karena tak ingin kehilangan tunggangan besinya, Kusman mencoba melakukan perlawanan meski di bawah todongan senjata api. Melihat rekannya berusaha melawan, Ari kemudian berinisiatif membantu rekannya dengan berusaha merebut senjata api yang dipegang pelaku.

Mendapat perlawanan seperti itu, emosi pemegang pistol pun tersulut dan langsung memuntah amunisinya ke arah Ari. Alhasil, timah panas pun merobek paha kiri Ari sehingga membuatnya jatuh terkapar.

Di lain sisi, meski ponsel pribadinya dalam keadaan aktif, namun Kapolsek Sungkai Selatan, AKP. Zairin tak merespon panggilan masuk dari awak media yang ingin mengkonfirmasi peristiwa yang terjadi di daerahnya.