Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Begal Masih Marak di Lampung Utara, Kinerja Polisi Dipertanyakan

Begal Masih Marak di Lampung Utara, Kinerja Polisi Dipertanyakan

1278
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Sukron, tersangka pembegalan di Kotabumi dirawat di rumah sakit setelah kakinya ditembak polisi,beberapa waktu lalu. (ilustrasi/teraslampung.com)

KOTABUMI–‎Kinerja Polres Lampung Utara untuk memberikan rasa aman kepada warganya patut dipertanyakan. Pasalnya, aksi k‎omplotan begal bersenjata api di wilayahnya bukannya mereda malah kian menggila dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, dalam sepekan terakhir atau sejak Jumat – Sabtu ini, setidaknya telah terjadi 4 kali aksi pembegalan ‎motor oleh komplotan begal bersenjata api. Bahkan dalam satu hari saja yakni Sabtu (27/6) telah terjadi 3 kali pembegalan atau percobaan pembegalan dalam rentang waktu 3 jam di tiga tempat berbeda yakni di Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan dan Abung Barat.

Modusnya yang digunakan para pelaku pun beraneka ragam mulai dari memepet motor korban hingga mendatangi langsung motor korban yang terparkir di halaman. Dan yang terbaru, para pelaku begal motor mengaku – ngaku sebagai anggota Polisi demi memuluskan tujuannya membawa kabur motor korban.

Modus terbaru ini digunakan dua pelaku begal bersenjata api kala membawa kabur motor korban Mat Sukur, warga RT 5/LK I, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 18:00 WIB.

Kejadian ini bermula saat korban Mat Sukur melintas di Jalan Hasan Kepala Ratu tepatnya di sekitar Kampus STKIP Muhammadiyah Kotabumi dari arah Prokimal. Setiba di lokasi, korban dihentikan oleh dua pelaku yang mengendarai sebuah motor Honda Beat berwarna putih yang ternyata telah lama membuntuti korban. ‎

 “Mereka (Pelaku) ngaku sebagai Polisi dan curiga motor mertua saya ini hasil bega‎l. Lalu mereka menyita sepeda motor mertua saya,” kata Maman, menantu Mat Sukur di kediamannya, Minggu (28/6) sekitar pukul 21:00 WIB.

Mertuanya, kata dia lagi, sempat menawarkan STNK motornya untuk dibawa pelaku jika memang motor Smash dengan plat BE 3978 JC miliknya dituduh sebagai hasil kejahatan. Karena sebelumnya, kedua pelaku yang bersenjatakan senapan laras panjang di punggungnya tersebut mengaku akan membawa motornya ke Pos Polisi yang berada di Pasar Dekon.

Kedua pelaku tak mau mene‎rima STNK tersebut dan tetap ingin membawa motor mertuanya. Untuk menghilangkan kecurigaan mertuanya, salah seorang pelaku yang mengendarai motor mertuanya mengantarkan mertuanya hingga ujung gang tempat kediamannya.

“Bapak turun di sini. Silahkan bawa surat – surat motor dan datang ke Pos Kota. Tanya nama saya Andi di situ,” kata pelaku sembari berlalu membawa motor korban ke arah Pasar.

Menurut Maman, mertuanya baru sadar ‎telah menjadi korban pembegalan saat mendatangi Pos Polisi dimaksud karena ternyata pelaku yang mengaku bernama Andi tak ada yang mirip mukanya dengan anggota polisi yang namanya sama dengan pelaku.

“Semua polisi yang namanya Andi dikumpulkan tapi nurut mertua saya, wajah mereka tak ada yang mirip dengan pelaku,” tuturnya.

Sementara, di waktu yang bersamaan namun di tempat yang berbeda yakni di daerah Bangau V, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, komplotan begal lainnya juga sedang beraksi.

Nahasnya, bukannya berhasil merampas sepeda motor korban Honda Revo baru milik Adi Hariyadi (30), warga Sribasuki, Kotabumi,‎ salah seorang pelaku nyaris putus jarinya akibat gigitan korban. Tak hanya itu, senjata api rakitan pelaku juga berhasil dirampas korban.

Masih di hari yang sama, tepatnya tiga jam sebelumnya yakni sekitar pukul 15:00 WIB, di daerah Talang Baru, Kecamatan Abung Barat, komplotan begal berhasil membawa kabur sepeda motor yang sedang dikendarai oleh sepasang muda – mudi.

“Kejadiannya sekitar jam tiga. Kejadiannya di daerah Talang Baru. Korban bawa motor jenis Matic dari arah Kotabumi ke arah Ogan 5,” kata Hidrikal, salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut.

Sementara sehari sebelumnya yakni pada Jumat (26/6) sekitar pukul 17:30 WIB, komplotan begal bersenjata api juga merampas sepeda motor Beat warna putih BE 41 09 J yang dikendarai  Ahmad Edi Susilo (14) di Jalan belakang RSUD Ryacudu Kotabumi.

Para penjahat yang mengendarai sepeda  motor Yamaha Vega ZR menodongkan senjata api kepada korban sebelum membawa kabur sepeda motor dengan nomor rangka MH1JFD226DK003241 keluaran tahun 2013 tersebut.

Kejadian ini telah dilaporkan keluarga korban ke Polres dengan Nomor: STPL/1378/B-1/VI/2015/ Polda Lampung/ SPKT Res LU pada 27 Juni 2015.

“Mohon kepada warga untuk tidak membeli motor dengan nomor rangka itu karena itu motor curian dan segera memberitahukan kepada kami jika mengetahui ada motor dengan nomor rangka atau pelat seperti itu,” pinta paman korban, Sarnubi.

Ikuti Kasus: Begal di Lampung Utara

Loading...