Beranda Hukum Kriminal Begal Menembak Mati Korbannya di Bandar Kagungan Raya Lampung Utara

Begal Menembak Mati Korbannya di Bandar Kagungan Raya Lampung Utara

1095
BERBAGI
Siti Fatimah mengalami luka di bagian paha karena dibacok begal. Semena adiknya,Safrudin, mati setelah ditembak begal sadis, Kamis pagi (26/4/018).
Siti Fatimah mengalami luka di bagian paha karena dibacok begal. Semena adiknya,Safrudin, mati setelah ditembak begal sadis, Kamis pagi (26/4/018).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Safrudin (25), warga jalan raya Lebak Kelapa, Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan, Lampung Utara tewas ditembak oleh kawanan begal bersenjata api di jalan desa mereka, Kamis (26/4/2018) sekitar pukul 05.30 WIB

Selain menembak mati Safrudin, kawanan begal yang diperkirakan berjumlah dua orang ini juga membacok paha kiri adik korban yang bernama Siti Fatimah (28). Sepeda motor Honda Beat BE 3266 KQ tunggangan korban juga raib dibawa kabur para pelaku.

Berdasarkan penuturan Siti Fatimah, peristiwa sadis yang merenggut nyawa adiknya itu bermula saat ia dan adiknya melaju di jalan nahas yang mereka lintasi tiap harinya. Keduanya hendak menuju pasar Simpang Propau, Abung Selatan untuk berdagang.

Setibanya di lokasi nahas itu terdapat sebuah kayu yang melintang menutupi jalan. Adiknya berusaha menghindari kayu tersebut supaya dapat melaju ke tempat tujuan. Tak dinyana, dari semak – semak, munculah kedua pelaku yang langsung menembak adiknya.

Tembakan pelaku mengenai bagian ketiak kiri korban dan menembus hingga dada kanannya. Tak ayal, korban langsung jatuh bersimbah darah. Tak puas menembak mati Safrudin, pelaku lantas membacok paha Siti Fatimah sesaat setelah meminta yang bersangkutan menyerahkan ponselnya.

Siti Fatimah yang tak menyadari jika paha kirinya terkena sabetan parang langsung menghambur pergi menuju kediaman pamannya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. Saat tiba di rumah pamannya inilah korban baru menyadari jika paha kirinya terluka.

‎”Begitu dengar suara letusan senjata api, saya langsung lari menuju kediaman rumah paman yang berjarak sekitar 500 meter,” lirih Siti yang tergolek lemah di ruang Alamanda Rumah Sakit M. Yusuf, Kalibalangan, Abung Selatan.

‎Selanjutnya, ia bersama pamannya langsung menuju lokasi ‘pembantaian’. Di lokasi itu, ia melihat adiknya telah tewas akibat terjangan timah panas dari kawanan begal sadis tersebut. Ia pun dilarikan ke Rumah sakit M. Yusuf Kalibalangan, Abung Selatan untuk mendapat pertolongan medis.

Di sisi lain, Sobli, kakak ipar korban membenarkan jika Safrudin peluru yang dimuntahkan oleh kawanan begal menembus hingga dada kanan adiknya. Jenazah adiknya sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum H.M. Ryacudu untuk memastikan apakah masih ada serpihan proyektil di tubuh adiknya.

“Harapan kami, semoga kedua pelaku secepatnya tertangkap dan dihukum dengan seberat – beratnya,” harap dia.