Beranda Ekbis Ekonomi Bekraf Upayakan Sertifikat HKI Bisa Jadi Jaminan Utang

Bekraf Upayakan Sertifikat HKI Bisa Jadi Jaminan Utang

175
BERBAGI
Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ari Juliano Gama.
Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ari Juliano Gama.

TERASLAMPUNG.COM — Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ari Juliano Gema, mengungkapkan pihaknya sedang mengupayakan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dapat dijadikan jaminan utang.

“Namanya skema pembiayaan berdasarkan HKI Skema ini bagaimana HKI ini bisa dijadikan jaminan utang sehingga bisa dijadikan modal usaha.Ini yang sedang kami perjuangkan,” jelasnya di acara Sosialisasi dan Fasilitasi HKI di Bidang Ekonomi Kreatif, di Swiss-bel Hotel Bandarlampung, Kamis, 21 Maret 2019.

Menurutnya dalam Undang-Undang Hak Cipta dan Paten sudah disebutkan bahwa Hak Cipta dan Paten untuk jaminan fidusia.

“Fidusia itu bentuk kolateral atau jaminan utang. Ke depan kita menginginkan bukan hanya fidusia, mungkin ada jenis-jenis instrumen lainnya yang bisa yang bisa digunakan, HKI ini bisa dijadikan kolateral,” katanya.

Ari Juliano Gema menjelaskan pentingnya HKI bagi pengusaha salah satunya menghidari penjiplakan.

“Manfaat HKI ini bukti kepemilikan seseorang atau suatu untu unit usaha untuk melindungi peniruan dan penjiplakan.”

“Jika sudah memiliki HKI pihak lain tidak boleh meniru atau menggunakan produk itu tanpa persetujuan/izin, jika dilanggar bisa lapor polisi atau gugat secara perdata,” jelasnya.

Ari Juliano pada kesempatan yang sama mengungkapkan sosialisasi HKI di Bandarlampung ini untuk yang kedua kalinya digelar. Sosialisasi digelar lebih dari sekali karena rendahnya unit usaha kreatif yang mendaftarkan usaha dan karyanya ke HKI.

“Berdasarkan survei, baru 11 persen unit usaha kreatif yang terdaftar HKI, untuk itu kami hadir lagi di sini untuk membantu pelaku usaha ekonomi kreatif. Sebelumnya pada tahun 2016 kami sudah pernah ke sini,” katanya.

“Inti ekonomi kreatif itu HKI tanpa HKI ekonomi kreatf sama dengan ekonomi komunitas sehingga tidak punya nilai tambah itulah kenapa kami membantu secara tehnis dan finansial bagi pelaku ekonimi kreatif untuk mendaftarkan HKInya,” tandasnya.

Dandy Ibrahim

Loading...