Beranda Teras Berita Bekuk Dua Pengedar Narkoba, BNNP Sita 20 Gram Sabu

Bekuk Dua Pengedar Narkoba, BNNP Sita 20 Gram Sabu

80
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menangkap dua tersangka berinisial HD dan MB dirumahnya masing-masing di Desa Way Seputih Banyak, Lampung Tenga, pada Rabu (7/10) lalu sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua tersangka ditangkap, diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan kerap mengedarkannya di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, AKBP Abdul Harris melalui Kasi Intel BNNP, AKP Defrizon mengatakan, kedua tersangka HD dan MB ditangkap karena memang sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya yang selama ini dicari.

“HD dan MB kami tangkap Rabu (7/10) dini hari lalu. Awalanya kami menangkap tersangka MB, dari tersangka MB kami kembangkan lagi dan berhasil menangkap tersangka HD. Keduanya kami tangkap dirumahnya masing-masing,”kata Defrizon, Minggu (11/10).

Menurut Dfrizon, tersangka HD dan MB, merupakan pengedar narkoba yang kerap mengedarkan diwilayah Kabupaten Lampung Tengah. “Dugaan sementara, keduanya adalah sebagai pengedar dan mereka juga sebagai pemakai. Kedua tersangka masih kami tahan guna penyidikan lebih lanjut,”ungkapnya.

Dari penangkapan kedua tersangka, Defrizon menuturkan, disita barang bukti berupa dua kantong plastik berisikan kristal putih yang diduga sabu-sabu seberat kurang lebih 20 gram. Untuk memastikan, apakah Kristal putih tersebut sabu-sabu atau bukan. Pihaknya mengirimkan barang haram tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

“Untuk barang buktinya, kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Kedua tersangka, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengembangkan kasusnya. Karena keduanya belum mau buka mulut, darimana asal Kristal putih itu mereka dapatkan.,”terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka HD dan MB diancam dengan Pasal berlapis yakni Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 , dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.