Beranda Views Inspirasi Belajar Kepada Petani Duafa

Belajar Kepada Petani Duafa

527
BERBAGI
Petani dafa (Foto: Lampung Peduli)

TERASLAMPUNG.COM — “Cuma hasil 30 karung,” cetus Mujiono, petani yang menggarap setengah hektare sawah. Musim sebelumnya, luasan sawah yang sama, bisa menghasilkan 70 karung gabah. “Banjir …,” jelas Mujiono saat ditanya penyebab rusaknya hasil sawah.

Hujan dan air melimpah memang berkah yang selalu disyukuri para petani. Ketersediaan air menjadi salah satu penentu keberhasilan panen. Namun ,hal tersebut tak berlaku bagi petani di Desa Srimenanti, Bandar Sribawono, Lampung Timur. Sawah Mujiono, misalnya, musim rendeng lalu, gagal panen.

Hasil panen yang kurang baik belum menjadi akhir derita petani Sri Menanti. Harga Gabah Basah (HGB) di pasaran yang mendadak anjlok kian menenggelamkan harapan petani. Hasil panen yang biasanya cukup untuk modal tanam dan biaya hidup sampai musim panen berikutnya, kini hanya cukup untuk membiayai proses pemanenan.

Untungnya, kondisi ini tak menyurutkan tekad dan semangat para petani untuk terus bercocok tanam. Setelah mendengar bahwa Dompet Dhuafa LAMPUNG PEDULI(DDLP)  memiliki program Pertanian  Unggul (Tanggul) di Desa Siraman, Lampung Timur, petani yang dikoordinir oleh Slamet Syamsuri bersepakat untuk membentuk Mitra Program Tanggul di Sri Menanti.

“Inilah usaha kami,” ujar Slamet saat ditanya alasan masih bersetia menggarap sawah. “Kalau tidak bertanam, kami malah bingung mau makan apa nanti,” seloroh pria paruh baya yang menjadi takmir masjid di desanya. “Alhamdulillah, meski belum balik modal, kami tidak perlu beli beras untuk makan.”

Melihat semangat Slamet dan para petani, DDLP memutuskan untuk membentuk mitra Tanggul di Sri Menanti. Setelah dilakukan asesmen, ada 7 KK yang tertarik menjadi mitra. Setelah masa panen tiba, mitra Tanggul menghitung hasil panennya. Jika mencapai nisab zakat pertanian (≥653 kg gabah), mitra menunaikan zakat sebesar 5%. Jika belum mencapai, mitra mengeluarkan sedekah.

Satu musim berselang, petani yang mendaftar di musim ini menjadi 12 KK. “Alhamdulillah, terima kasih donatur DDLP  yang membantu kami bisa bertanam lagi di musim ini.”

Umaruddinul Islam, Ketua LAZ DDLP yang ikut meninjau lokasi, mengungkapkan kekaguman pada petani yang setia berpanas dan bekerja keras, tetap ingat kewajiban membayar zakat dan sedekah. “Padahal hasil panen mereka tidak melebihi gaji pegawai kantoran pada umumnya atau kaum berpunya lainnya.”

Peserta Konferensi World Zakat Forum 2015 di Malaysia ini berharap ketaatan petani itu bisa menjadi teladan, baik  dalam keteguhannya bekerja dan ketaatannya menunaikan ibadah harta. “Zakat adalah satu-satunya rukun Islam yang memiliki fungsi sosial secara langsung. Setiap harta yang kita tunaikan, InsyaAllah memberi kebahagiaan bagi orang lain.”

Kini sedikit demi sedikit ibadah harta yang Anda titipkan kepada DDLP kembali memekarkan harapan petani Sri Menanti. Masih banyak petani dan kaum duafa yang perlu didampingi untuk mandiri. Ramadan ini kesempatan terbaik kita untuk membersihkan harta sekaligus memandirikan duafa melalui lembaga.

Lampung Peduli