Belasan Gajah Kembali Masuki Perkampungan di Bandar Negeri Semuong Tanggamus

  • Bagikan
Warga mengusir kawanan gajah yang memasuki Pekon (Desa) Sinar Bangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, Selasa (26/10/2021).
Warga mengusir kawanan gajah yang memasuki Pekon (Desa) Sinar Bangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, Selasa (26/10/2021).

TERASLAMPUNG.COM, TANGGAMUS — Sejak beberapa hari terakhir, belasan gajah masih rajin menyambangi perkampungan yang berbatasan langsung dengan Hutan Register 39 Tanggamus dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah  di Kabupaten Tanggamus  dalam beberapa hari terakhir.

BACA: Belasan Gajah Memasuki Kawasan Gunung Doh Tanggamus

Pada Selasa, 26 Oktober 2021, misalnya, kawanan gajah yang berjumlah tak kurang dari 12 ekor memasuki Desa Sinar Bangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus. Warga pun kemudian mengusir belasan gajah dengan petasan.

Akibat amukan gajah, banyak rumah warga yang rusak. Warga yang takut dengan amukan gajah, banyak yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pos Blok 3 Koramil 424-02 Wonosobo, Pelda M. Soleh mengatakan, belasan gajah tersebut selama ini menempati wilayah kawasan Hutan Kawasan dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Menurut Pelda M. Soleh, warga sebenarnya sudah mencoba mengusir gajah dengan cara persuasif. Namun, kawanan gajah itu kembali datang ke perkampungan. Kawanan gajah itu merusak sawah dan kebun.

“Bahkan menyerang permukiman warga,” kata M. Soleh.

Soleh mengatakan, ketika diusir kawanan gajah itu memang pergi dan kembali masuk hutan. Namun, tak kemudian mereka kembali datang ke perkampungan warga. Pada Selasa, 26 Oktober 2021, datang lagi.

“Terakhir posisi ada di Talang sarwan, belakang pos Bandar Negeri Semoung,” katanya.

BACA: Rusak Kebun, Kawanan Gajah Penghuni TNBBS Masih Rajin Masuk Kampung Karang Agung Tanggamus

Kepala Bidang Wilayah 1 Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Siti Muksidah, mengatakan keluargnya kawanan gajah dari hutan disebabkan habitatnya terusik. Sebab itu, ia mengimbau kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga hutan.

Siti Muksidah juga meminta warga untuk tidak menyakiti melukai gajah dan mempercayakan penggiringan gajah kepada tim atau satgas yang bertugas.

“Kalau terjadi harmoni dengan manusia dan kawanan gajah itu tidak merasa terancam, mereka tidak akan menyerang. Mereka masuk kampung karena habitatnya terancam,” katanya.

Hutan Register 39 dan hutan TNBBS lokasinya memang berdampingan. Kawasan itu dan hutan lain di sekitarnya yang selama ini sudah menjadi perkampungan sejak dulu memang menjadi habitat gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis).

Gajah-gajah itu makin terancam seiring dengan aksi ilegal logging yang masih sering terjadi di kawasan Hutan Register 39.

  • Bagikan