Belasan Miliar Dana Covid-19 Diduga Mengendap di RSUD Ryacudu, Ini Kata Inspektorat Lampung Utara

‎Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, M. Ridho Al-Rasyidi (kanan) saat bertemu dengan pihak RSUD H.M.Ryacudu Kotabumi, Senin (31/1/2022).
‎Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, M. Ridho Al-Rasyidi (kanan) saat bertemu dengan pihak RSUD H.M.Ryacudu Kotabumi, Senin (31/1/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Persoalan dana pelayanan Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp16 miliar yang diduga sengaja diendapkan oleh pihak RSUD H.M.Ryacudu, Kotabumi mendapat respon Inspektorat Lampung Utara.

“Hari ini, kami sudah mendatangi RSUD terkait persoalan ini,” jelas Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, M. Ridho Al-Rasyidi, Senin (31/1/2022).

Ridho mengatakan, ‎kedatangan mereka  untuk melakukan audit dengan tujuan tertentu. Meski begitu, kata Ridho,  tahapan yang mereka lakukan ini masih tahap awal. Pihaknya masih sebatas mengumpulkan data yang diperlukan dalam persoalan tersebut.

Saat ditanya apakah kebijakan untuk mengendapkan dana dan menyimpannya dalam bentuk deposito itu diperbolehkan secara aturan jika memang nantinya dugaan itu terbukti benar adanya, M. Ridho mengatakan, belum bisa berkomentar jauh soal itu.

“Kalau untuk itu, kami belum bisa komentar karena masih tahap awal audit. Tapi, intinya semuanya masih dalam proses,” paparnya.

Sayangnya, Direktur RSUD H.M.Ryacudu belum berhasil dihubungi.  Ia tidak berada di kantornya saat Teraslampung.com mendatangi RSUD Ryacudu.

Sebelumnya, sebagaimana yang dilansir dari Radarlampung pada 25 Januari lalu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok mengaku akan mendorong Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk mengusut tuntas segala kejanggalan yang terjadi dalam persoalan ini.

“Kami mendorong APIP, khususnya Inspektorat dapat mengusut tuntas kasus ini hingga permasalahan RSUD Ryacudu tidak berimbas pada pelayanan,” tegas dia kala itu.

Persoalan ini sendiri ‎berawal dari telah dicairkannya dana pelayanan Covid-19 tahun 2021 untuk tenaga kesehatan RSUD H.M.Ryacudu, sedangkan di sisi lain, pihak tenaga kesehatan di sana disebut – sebut sama sekali belum menerima dana dimaksud.

Berdasarkan data yang diterima Teraslampung.com, pihak RSUD H.M.Ryacudu pertama kali mencairkan dana itu pada 26 Juni 2021. Dana yang dicairkan kala itu sebesar Rp110.651.000.

Pencairan terakhir dilakukan pada 27 Desember 2021. Pencairan di hari tersebut dilakukan pada pukul 11.20 WIB, (sebesar Rp2,178.676.000), 15.20 WIB (sebesar Rp2.444.702.000), 16.11 WIB (sebesar Rp734.943.000), 16.33 WIB (sebesar Rp41.223.000). Total dana pelayanan kesehatan yang dicairkan sejak Juni – Desember 2021 mencapai Rp16.527.023.000.

You cannot copy content of this page