Beranda Seni Sastra “Belum Dalam Lukamu!” Buku Puisi Terbaik 2014

“Belum Dalam Lukamu!” Buku Puisi Terbaik 2014

155
BERBAGI

R. Usman/Teraslampung.com

Jakarta—Kumpulan puisi Belum Dalam Lukamu! Karya M. Anton Sulistyo terpilih sebagai buku  puisi terbaik 2014 pada Festival Hari Puisi Indonesia. Anton  berhak mendapatkan uang tunai Rp50 juta dari Harian Indopos.

Selain penetapan buku puisi terbaik, Dewan Juri tediri dari Sutardji Calzoum Bachri, Abdul Hadi W.M., dan Maman S. Mahayana menetapkan lima buku puisi pilihan yang berhak memeroleh uang Rp10 juta.

Adapun kelima buku puisi pilihan tersebut adalah  Air Terisak Membelah Batu karya  D. Zawawi Imron,  Bali Borneo (Ni Made Purnamasari), Makatara (Iverdixon Tinungki), Piknik yang Menyenangkan ( Hasta Indriyana), dan Menuju Kota Lama (Isbedy Stiawan ZS).

Malam Anugerah Festival Hari Puisi Indonesia digelar di Teater Ketjil TIM, Jakarta, Kamis (17/7) malam, dilaksanakan pula pengumuman pemenang lomba baca puisi dan lomba musikalisasi puisi.

Hari Puisi Indonesia yang jatuh 26 Juli, menuirut Ketua Panitia Asrizal Nur, dimajukan pada 17 Juli 2014, mengingat berdekatan dengan Idul Fitri. “Jadi malam puncak Hari Puisi ini dimajukan untuk menghindari padat dan sibuk setiap individu mengahadapi Idul Fitri,” kata Asrizal.

Asrizal menjelaskan, Festival Hari Puisi Indonesia yang disponsori penuh oleh Harian Indopos, Yayasan Sagang Riau, Komunitas Musikalisasi Puisi (Kompi) dan Dewan Kesehian Jakarta, diikuti oleh sebanyak 250 peserta lomba baca puisi dari sleuruh Indoensia, 31 grup musikalisasi puisi di Tanah Air, dan 120 judul buku puisi penyair Indonesia di tanah air dan luar negeri.

“Meski jumlah peserta tahun ini menurun dibanding Hari Puisi ke-2 tahun 2013, namun pesertanya merata dari seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara inisiator dan deklator Hari Puisi sekaligus Direktur Utama Harian Indopos, Rida K. Liamsi, berharap kegiatan ini berlangsung setiap tahun selagi Indopos masih ada dan mampu mendanai.

“Karena itu ke depannya, perlu dipikirkan pelaksanaan Hari Puisi bisa dilaksanakan oleh sebuah yayasan tersendiri, misalnya Yayasan Hari Puisi Indonesia. Yayasan inilah yang bertugas merancang dan mencarikan dana bagi penopang hadiah dan sebagainya,” kata penulis buku puisi Tempuling ini.

Menurut Rida, ke depan juga perlu dipertimbangkan adanya pengharhaan bagi pencapaian-pencapaian yang dilakukan oleh penyair, di luar penghargaan terhadap buku puisi terbaik dan pilihan.

Malam Anugerah Puisi, selain penyerahan hadiah juga diisi Pidato Kebudayaan oleh Prof. Dr. Abdul Hadi W.M., pembacaan puisi para finalis lomba baca puisi, dan pemenang Lomba Musikalisasi Puisi oleh grup dari Kalimantan Selatan.

Sejumlah penyair dan seniman yang hadir pada puncak Hari Puisi Indonesia di antaranya Leon Agusta, Abdul Hadi W.M., Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana, Aspar Paturusi, Jose Rizal Manua, Endang Supriyadi, Ang Jasman, Marina Novianti, Fikar W. Eda, Alya Salaisha, Sihar Ramses Simatupang, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Fatin Hamama. (isb)